BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Pengelolaan Aset Negara menjadi fokus utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh melalui kunjungan kerja Tim Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palangkaraya, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan optimalisasi aset serta evaluasi kinerja Barang Milik Negara (BMN) atau portofolio aset, guna memastikan seluruh aset negara yang dikelola Lapas Muara Teweh dimanfaatkan secara maksimal, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan serta sejumlah titik lokasi aset milik Lapas Muara Teweh.
Tim KPKNL Palangkaraya bersama jajaran pengelola BMN Lapas Muara Teweh melaksanakan pemeriksaan administrasi sekaligus verifikasi fisik terhadap berbagai aset negara yang berada di lingkungan satuan kerja.
Melalui kegiatan tersebut, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi aset, kesesuaian pencatatan administrasi, efektivitas pemanfaatan, hingga potensi pengembangan aset agar mampu memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Evaluasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap Barang Milik Negara dikelola secara profesional, efisien, dan akuntabel.
Selain melakukan pengecekan fisik, Tim KPKNL Palangkaraya turut memberikan pendampingan teknis kepada pengelola BMN Lapas Muara Teweh mengenai tata kelola aset yang baik.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan aset melalui pembaruan data, peningkatan kepatuhan administrasi, serta penyusunan langkah-langkah strategis dalam pemanfaatan maupun pemeliharaan aset negara.
Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara tidak hanya berorientasi pada tertib administrasi, tetapi juga mendukung efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan pengelolaan aset yang baik, seluruh sarana dan prasarana dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pelaksanaan pembinaan warga binaan maupun operasional organisasi.
Kegiatan portofolio aset juga menjadi instrumen evaluasi dalam mengidentifikasi aset yang masih produktif, aset yang memerlukan rehabilitasi, hingga aset yang berpotensi diusulkan untuk penghapusan sesuai mekanisme yang berlaku.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi pemborosan anggaran serta meningkatkan efektivitas penggunaan kekayaan negara.
Sinergi antara Lapas Muara Teweh dan KPKNL Palangkaraya mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat penerapan prinsip Good Governance di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kolaborasi lintas instansi ini sekaligus memperkuat sistem pengawasan terhadap pengelolaan Barang Milik Negara agar semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan Tim KPKNL Palangkaraya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas Pengelolaan Aset Negara di lingkungan Lapas Muara Teweh.
“Evaluasi portofolio aset ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kami untuk terus membenahi tata kelola BMN agar semakin transparan serta tertib administrasi maupun fisik. Kami berkomitmen menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi hari ini demi mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset negara yang bersih, optimal, dan akuntabel di Lapas Muara Teweh,” ujar Kepala Lapas.
Ke depan, Lapas Muara Teweh akan terus memperkuat koordinasi dengan KPKNL Palangkaraya serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan BMN.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
