BINTASARA.com, MANADO – Ceramah Keagamaan Lapas Manado kembali menjadi bagian penting dalam program pembinaan kepribadian yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado.
Kegiatan bertajuk “Riyadhah Mental, Sosial, Spiritual: Dari Napi Menjadi Dai” ini diikuti oleh seluruh pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam di Masjid Nurul Iman Lapas Manado, Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Lapas Manado dalam membentuk karakter, memperkuat mental, dan meningkatkan kualitas spiritual WBP sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Pegawai bersama WBP mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib, sebagai bentuk kesungguhan dalam memperdalam nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat tema perubahan diri melalui pendekatan spiritual.
Materi ceramah menekankan pentingnya membangun mental yang tangguh, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat keimanan sebagai fondasi utama dalam proses pembinaan narapidana.
Dalam penyampaiannya, penceramah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri.
Masa pidana bukan menjadi akhir dari kehidupan seseorang, melainkan momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, WBP didorong agar mampu mengubah pola pikir, memperbaiki perilaku, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tidak hanya mampu kembali diterima di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi pribadi yang dapat memberikan teladan positif, bahkan berkontribusi sebagai penyampai nilai-nilai kebaikan atau dai di lingkungan sosialnya.
Program Ceramah Keagamaan Lapas Manado merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan, sebagai bagian dari implementasi sistem pemasyarakatan.
Selain membangun kecerdasan spiritual, kegiatan ini juga memperkuat hubungan harmonis antara petugas dan WBP sehingga tercipta lingkungan pembinaan yang aman, kondusif, dan humanis.
Lapas Kelas IIA Manado terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan moral, serta pembentukan karakter.
Pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam mempersiapkan WBP agar mampu menjalani proses reintegrasi sosial dengan lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap menjadi warga negara yang taat hukum serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
