Nias, Bintasara.com – Warga Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Propinsi Sumatera Utara memohon perhatian Personel Satgas Pembangunan Jembatan Garuda “Karya Bakti TNI” Skala Besar Tahun 2026, di Wilayah Kodim 0213/Nias untuk mengarahkan salah satu pembangunan Jembatan Aramco di wilayah mereka, yakni untuk pembangunan jembatan Saerutano.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan jalur penghubung utama antarwilayah.
“Nantinya akan menghubungkan Desa Sisobahili dan Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, bahkan menghubungkan Kecamatan Gido dan Kecamatan Hiliserangkai yang sangat terisolir sehingga memperlancar akses transportasi masyarakat,” ujar salah seorang warga, Yamoni Laoli kepada awak media, Senin (13/04/2026).
Ia menyebut, jembatan ini sangat memiliki peran sangat vital sebagai jalur penghubung antarwilayah karena merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
“Kami harap adanya perhatian TNI secara nyata untuk bisa memperhatikan kami agar bisa diarahkan salah satu pembangunan jembatan Aramco itu demi memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pintanya.
Terpisah, salah seorang pengendara roda dua bermarga Bate’e mengakui bahwa jembatan darurat itu sudah beberapa kali diperbaiki secara swadaya oleh warga dengan material berupa kayu balok serta papan seadanya, yang berasal dari sumbangan milik masyarakat setempat.
“Perbaikan swadaya jembatan ini sebelumnya lantaran pemerintah daerah setempat dianggap belum ada perhatian sehingga sampai saat ini kembali mengalami kerusakan,” paparnya.
Dia menerangkan, jembatan darurat sangat dibutuhkan secara permanen, paling tidak walau hanya sejenis bentuk jembatan Aramco. Pasalnya, jembatan itu hingga kini sulit dilintasi oleh pejalan kaki apalagi pengendara roda dua.
“Kalau roda empat jelas tak bisa dilewati sejak dulu karena kiri dan kanan terdapat jurang serta tak ada jalan alternatif lainnya, sehingga mau tidak mau terpaksa warga memarkir kendaraan di sebelah jembatan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, warga sangat berharap kepada pihak TNI AD melalui Kodim 0213/Nias dalam program Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026 ini dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Kris Laoli)



