BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Lapas Rantauprapat Tes Urine kembali menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui kegiatan tes urine yang dilaksanakan pada Jumat (31/07/2026), Lapas Rantauprapat melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang WBP sebagai bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Lapas Rantauprapat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.
Petugas melaksanakan pemeriksaan sesuai prosedur dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Seluruh sampel urine diperiksa secara teliti guna memastikan tidak adanya indikasi penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang di dalam lapas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika.
Hasil tersebut menjadi indikator bahwa program pembinaan yang dijalankan Lapas Rantauprapat terus memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku WBP sekaligus memperkuat pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan Lapas Rantauprapat Tes Urine juga menjadi bagian dari strategi deteksi dini yang terus diterapkan secara konsisten.
Melalui pemeriksaan rutin, petugas dapat mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
Selain menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan tes urine juga dilaksanakan terhadap petugas secara berkala.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan mewujudkan budaya kerja yang bersih serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Program pemeriksaan rutin ini dilaksanakan setiap minggu sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan yang konsisten, Lapas Rantauprapat tidak hanya meningkatkan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan yang berorientasi pada perubahan sikap, kedisiplinan, dan kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.
Melalui Lapas Rantauprapat Tes Urine, jajaran pemasyarakatan terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program pemberantasan narkoba serta mewujudkan prinsip Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berintegritas.
Ke depan, Lapas Rantauprapat akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, pembinaan, dan deteksi dini sebagai langkah preventif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Sinergi antara petugas dan Warga Binaan diharapkan mampu menjaga lingkungan lapas tetap kondusif, sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Dengan hasil tes urine yang seluruhnya negatif, Lapas Rantauprapat semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Komitmen tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan sekaligus mendukung terwujudnya pembinaan yang efektif dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, mandiri, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
