Agustus 1, 2026 08:33
Breaking News

Lakukan Koordinasi, Bapas Muara Teweh Perkuat Sinergi Bersama Pemda dan Masyarakat

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Bapas Muara Teweh terus memperkuat langkah strategis dalam membangun sistem pembimbingan yang terintegrasi melalui koordinasi lanjutan pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (KELAYAN BINTER).

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/07/2026) ini, menjadi bagian penting dalam mematangkan kolaborasi lintas sektor guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh bersama jajaran pejabat struktural dan Pembimbing Kemasyarakatan memimpin langsung koordinasi tersebut.

Sejumlah unsur pemerintah daerah dan aparat kewilayahan turut hadir, di antaranya Camat, Lurah, Penyuluh Agama Kementerian Agama, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.

Kehadiran seluruh stakeholder menunjukkan komitmen bersama dalam membangun layanan pembimbingan yang semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Perkuat Toleransi, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Gelar Ibadah Hindu Kaharingan

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas pemantapan tugas dan fungsi setiap instansi yang terlibat.

Selain itu, mereka juga menyelaraskan mekanisme koordinasi, pola komunikasi, serta menyusun rencana kolaborasi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan program pembimbingan kepribadian dan pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan.

Koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat implementasi pidana kerja sosial sebagaimana diatur dalam KUHP Nasional.

Melalui KELAYAN BINTER, seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu memberikan dukungan nyata terhadap pelaksanaan program Griya Abhipraya sebagai wadah pembimbingan yang mengedepankan pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis masyarakat.

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan KELAYAN BINTER tidak dapat dicapai hanya oleh Bapas.

Baca Juga  Lapas Gunungtua Bagikan Bansos, Ringankan Beban Keluarga WBP dan Masyarakat Sekitar

Menurutnya, kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menciptakan pembimbingan yang efektif sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan.

“KELAYAN BINTER akan berjalan optimal apabila seluruh unsur di daerah bergerak bersama. Sinergi yang terus kita bangun hari ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pembimbingan yang lebih efektif dan memperkuat reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,” ujar M. Ading Saidhy.

Melalui forum koordinasi tersebut, setiap stakeholder juga menyampaikan masukan mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Dinas Sosial berkomitmen mendukung program pemberdayaan sosial, Dinas Tenaga Kerja membuka peluang peningkatan kompetensi dan akses kerja, sedangkan unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Penyuluh Agama siap mendukung pembimbingan berbasis lingkungan masyarakat.

Baca Juga  Sidang TPP Lapas Bersama Bapas Muara Teweh Perkuat Akuntabilitas Hak Integrasi Warga Binaan

Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa KELAYAN BINTER menjadi model kolaborasi yang melibatkan pemerintah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, dan berbagai instansi dalam menciptakan sistem pembimbingan yang komprehensif.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempersiapkan Klien Pemasyarakatan kembali ke tengah masyarakat dengan lebih percaya diri, produktif, dan bertanggung jawab.

Bapas Kelas II Muara Teweh menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui penguatan Bapas Muara Teweh lewat KELAYAN BINTER, layanan pembimbingan diharapkan semakin humanis, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung terwujudnya tujuan Pemasyarakatan dalam membangun reintegrasi sosial yang berhasil serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *