BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Lapas Kelas III Gunungtua memenuhi hak keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan kebaktian bagi warga binaan beragama Kristen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat iman, menanamkan nilai-nilai positif, serta membentuk karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kebaktian tersebut berlangsung di ruang perpustakaan Lapas Kelas III Gunungtua pada Kamis (29/10/2026).
Lapas Kelas III Gunungtua menyelenggarakan kegiatan kebaktian sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak setiap warga binaan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.
Melalui kegiatan ini, pihak lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperoleh ketenangan batin selama menjalani masa pidana.
Lapas Gunungtua Fasilitasi Ibadah Warga Binaan
Dalam pelaksanaannya, kegiatan kebaktian berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.
Para warga binaan mengikuti rangkaian ibadah yang meliputi doa bersama, menyanyikan pujian-pujian rohani, serta mendengarkan firman Tuhan.
Meskipun berlangsung secara sederhana di ruang perpustakaan lapas, kegiatan tersebut tetap berjalan dengan tertib dan lancar.
Para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.
Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa, melakukan refleksi diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.
Suasana ibadah yang tenang juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk menumbuhkan harapan dan memperbaiki diri selama menjalani pembinaan.
Lapas Kelas III Gunungtua terus mendorong pelaksanaan pembinaan keagamaan sebagai salah satu upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik.
Melalui kegiatan kebaktian secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kasih sayang, serta saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan Keagamaan untuk Membentuk Karakter Positif
Pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga membantu mereka membangun kesadaran diri dan memperkuat landasan moral.
Nilai-nilai yang mereka pelajari melalui firman Tuhan diharapkan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan berinteraksi dengan sesama, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pemenuhan hak keagamaan ini, Lapas Kelas III Gunungtua juga menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan pemasyarakatan yang memperhatikan aspek spiritual, mental, dan perilaku warga binaan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung proses perubahan diri sehingga warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif.
Ke depan, Lapas Kelas III Gunungtua diharapkan terus melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan secara konsisten sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing warga binaan.
Dengan demikian, pemenuhan hak beribadah dapat berjalan seiring dengan upaya membangun karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat dan tidak mengulangi pelanggaran hukum pada masa mendatang.

