Oktober 29, 2026 20:38
Breaking News

Kapolres Semarang Bagikan Helm dan Apresiasi Pengendara Tertib dalam Operasi Patuh Candi 2026

BINTASARA.Com, UNGARAN- Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membagikan helm kepada pengendara sepeda motor yang belum memenuhi standar keselamatan sekaligus memberikan apresiasi kepada pengguna jalan yang tertib berlalu lintas.

Kegiatan ini berlangsung di Traffic Light Alun-Alun Lama Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (29/10/2026), dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Semarang mengedepankan edukasi dan pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Selain membagikan helm, petugas memberikan cokelat dan bunga kepada pengendara yang mematuhi aturan lalu lintas.

AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin kegiatan tersebut bersama Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira, S.Tr.K., S.I.K., serta personel Satbinmas dan Satlantas.

Di lokasi kegiatan, Kapolres menyapa pengendara sekaligus mengingatkan pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan.

Petugas secara khusus memberikan edukasi kepada pengendara sepeda motor yang membonceng penumpang tanpa helm, termasuk orang dewasa dan anak-anak.

Kapolres kemudian membagikan helm kepada sejumlah pengendara. Langkah ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan helm menjadi kebutuhan utama untuk mengurangi risiko cedera saat terjadi kecelakaan.

Selain itu, petugas mengingatkan pengemudi mobil agar selalu mengenakan sabuk keselamatan atau safety belt selama berkendara.

Satlantas Polres Semarang juga memberikan penghargaan sederhana kepada pengguna jalan yang mematuhi aturan.

Kapolres membagikan cokelat dan bunga kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang menunjukkan perilaku tertib.

Pendekatan ini melengkapi upaya penegakan hukum selama Operasi Patuh Candi 2026. Dengan memberikan apresiasi, kepolisian mendorong masyarakat agar menjadikan kepatuhan berlalu lintas sebagai kebiasaan, bukan sekadar upaya menghindari sanksi.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan bahwa keselamatan di jalan membutuhkan kesadaran setiap pengguna jalan.

“Operasi Patuh bukan hanya tentang penindakan. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan bersama. Karena itu, hari ini kami memberikan edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang sudah tertib,” ujar Heru.

Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan penggunaan helm dan sabuk keselamatan.

Kedua perlengkapan tersebut berperan penting dalam mengurangi risiko cedera serius ketika kecelakaan terjadi.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira menjelaskan bahwa kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari langkah preemtif dalam Operasi Patuh Candi 2026.

Menurut Bagus, petugas terus mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kepatuhan demi menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

“Kegiatan ini merupakan langkah preemtif dalam Operasi Patuh Candi 2026. Kami terus menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan agar meningkatkan kesadaran dan tertib berlalu lintas, dengan tujuan utama menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya,” jelas Bagus.

Ia mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, petugas masih menemukan pelanggaran yang didominasi kendaraan roda dua.

Petugas mencatat temuan tersebut melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun penindakan konvensional.

Pelanggaran sepeda motor meliputi tidak menggunakan helm, memakai knalpot tidak standar atau knalpot brong, tidak memasang spion, serta menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.

Sementara itu, pelanggaran pada kendaraan roda empat masih mencakup pengemudi atau penumpang yang tidak menggunakan sabuk keselamatan.

AKP Bagus berharap Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya mendorong kepatuhan selama masa operasi.

Ia ingin masyarakat menerapkan disiplin berlalu lintas secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

“Harapan kami, momentum Operasi Patuh Candi 2026 ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penindakan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tertib berlalu lintas harus menjadi kebiasaan dan budaya, sehingga angka kecelakaan maupun fatalitas dapat terus kita tekan,” tegas Bagus.

Satlantas Polres Semarang mengajak seluruh pengguna jalan untuk memprioritaskan keselamatan, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kendaraan memenuhi ketentuan.

Melalui edukasi, penegakan aturan, dan apresiasi kepada pengendara yang tertib, kepolisian berharap masyarakat dapat berperan aktif menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di Kabupaten Semarang.  (*/A)

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva