BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh memperkuat reintegrasi sosial klien pemasyarakatan melalui kegiatan home visit atau kunjungan rumah bersama Babinsa Kelurahan Lanjas, Ketua RT setempat, dan mitra kelayan Binter pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Bapas Muara Teweh dalam memantau perkembangan klien, meningkatkan kepatuhan terhadap kewajiban, serta mencegah pengulangan tindak pidana.
Melalui home visit klien pemasyarakatan, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi dan perkembangan klien selama menjalani proses reintegrasi sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang baik antara petugas pembimbing kemasyarakatan, aparat kewilayahan, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal klien.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Ahmad Fuad Danang Saputra, S.Sos., Doni Triulido Damanik, S.H., David Frima Negara, S.H., Ananda Ivena Arthemishia, S.Psi., Ferylina Tambunan, S.Psi., dan Elly Fera Kirnaeny, S.Ikom., selaku Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama.
Ketua RT setempat dan Heril Anwar selaku Babinsa Kelurahan Lanjas turut mendukung pelaksanaan kunjungan tersebut.
Bapas Muara Teweh Perkuat Pembimbingan dan Pengawasan Klien
Dalam kunjungan tersebut, petugas memantau perkembangan klien sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman, positif, dan mendukung proses kembalinya klien ke tengah masyarakat.
Pendekatan langsung ini memungkinkan petugas memperoleh gambaran mengenai kondisi klien serta mengidentifikasi potensi kendala yang dapat memengaruhi keberhasilan reintegrasi sosial.
Selain itu, home visit klien pemasyarakatan menjadi langkah preventif untuk memperkuat koordinasi antara Bapas, Babinsa, dan Ketua RT setempat.
Sinergi tersebut membantu para pihak mengenali potensi permasalahan sejak dini, mendorong klien menaati ketentuan yang berlaku, serta mengantisipasi risiko pengulangan tindak pidana.
Kolaborasi lintas sektor ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembimbingan tidak hanya bergantung pada peran petugas Bapas.
Dukungan aparat kewilayahan dan masyarakat turut berperan penting dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi klien untuk menjalani kehidupan secara bertanggung jawab.
Melalui pendekatan yang humanis, petugas memberikan perhatian terhadap perkembangan klien tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan keamanan masyarakat.
Dengan demikian, proses reintegrasi sosial diharapkan mampu mendorong klien membangun perilaku yang lebih baik dan kembali berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Bapas Muara Teweh Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk aparat kewilayahan serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal klien.
“Home visit merupakan bagian penting dari upaya pembimbingan dan pengawasan klien. Melalui kerja sama dengan Babinsa dan unsur masyarakat, perkembangan klien dapat dipantau lebih baik, potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini, dan upaya pencegahan pengulangan tindak pidana dapat diperkuat,” tegasnya.
Bapas Kelas II Muara Teweh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembimbingan dan pengawasan melalui koordinasi yang berkelanjutan dengan mitra terkait.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.
Dengan pelaksanaan home visit secara terarah, Bapas Muara Teweh berharap klien dapat menjalani proses reintegrasi dengan baik, memperoleh dukungan lingkungan yang positif, serta membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab dan produktif di tengah masyarakat.

