BINTASARA.com, CIANJUR – SEATRC Cup langsung menghadirkan kabar membanggakan bagi Indonesia. Kontingen Merah Putih sukses meraih dua medali emas pada nomor Vertical 7 Kilometer putra dan putri dalam ajang Southeast Asian Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Putra Aldio mempersembahkan prestasi di sektor putra dan Fitri di sektor putri. Dua medali emas ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bersaing memperebutkan gelar juara umum pada kejuaraan trail running tingkat Asia Tenggara.
SEATRC Cup, Putra Aldio Taklukkan Atlet Filipina dan Thailand
Atlet asal DKI Jakarta, Putra Aldio, tampil impresif dengan mencatatkan waktu 1 jam 3 menit 54 detik. Catatan itu mengantarkannya menjadi juara nomor Vertical 7 Kilometer putra.
Aldio mengungguli atlet Filipina Christone Dinawanao yang finis kedua dengan waktu 1 jam 4 menit 14 detik, sementara juara ketiga jatuh kepada atlet Thailand Surachat Thaesi dengan waktu 1 jam 4 menit 46 detik.
Usai pertandingan, Aldio mengaku bersyukur mampu mengatasi kondisi fisiknya yang sempat terganggu sebelum kejuaraan berlangsung. “Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan diri sendiri.”
Ia mengungkapkan sempat mengalami demam selama sepekan sebelum bertanding sehingga tidak dapat menjalani latihan secara maksimal. “Saya berhasil melawan rasa minder karena seminggu sebelum berangkat saya sempat demam dan tidak bisa latihan. Saya yakin bahwa semua ini bisa terlewatkan.”
Aldio menambahkan, setelah sukses di SEATRC Cup, Ia menargetkan tampil pada ajang Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) serta Kejuaraan Dunia Trail Running.
Fitri Persembahkan Emas Kedua untuk Indonesia
Keberhasilan Aldio, atlet putri asal Sulawesi Selatan, Fitri juga tampil sebagai juara dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 59 detik.
Fitri mengungguli atlet Kamboja Laurie Phai yang meraih medali perak dengan waktu 1 jam 22 menit 55 detik, sedangkan medali perunggu menjadi milik atlet Thailand Pitchanan Mahachot yang membukukan waktu 1 jam 23 menit 42 detik.
Fitri mengaku lega setelah mampu mengatasi tekanan selama berlomba di lintasan Gunung Gede Pangrango yang terkenal menantang.
“Perasaan saya sangat lega karena berhasil melawan kekhawatiran diri sendiri. Medannya luar biasa.”
Ia berharap mampu kembali mempersembahkan prestasi terbaik bagi Indonesia pada nomor berikutnya.
“Target berikutnya, semoga saya bisa terus memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta.”
KONI Pusat Apresiasi Prestasi Atlet Indonesia
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Putra Aldio dan Fitri mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia.
“Selamat kepada atlet-atlet lari trail Indonesia yang telah meraih gelar juara Vertical 7 Kilometer SEATRC. Prestasi ini sangat membanggakan, apalagi meraih medali emas pada hari pertama kejuaraan di negeri sendiri.”
Marciano berharap para atlet Indonesia mampu mempertahankan performa terbaik mereka pada nomor pertandingan berikutnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) di bawah kepemimpinan Bima Arya Sugiarto, serta seluruh pengurus provinsi ALTI yang telah membina atlet secara berjenjang.
Di SEATRC Cup,Bidik Gelar Juara Umum
Ketua Kontingen Indonesia sekaligus Sekretaris Umum PP ALTI, Dr. Donny Gahral Adian, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian dua atlet Indonesia pada hari pertama kompetisi.
“Sebagai Ketua Kontingen, saya sangat bangga atas prestasi Putra Aldio dan Fitri yang berhasil mempersembahkan medali emas. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keduanya.”
Meski telah mengawali kejuaraan dengan hasil gemilang, Donny menegaskan kontingen Indonesia belum puas.
“Harapan kami, pada nomor-nomor pertandingan berikutnya Indonesia kembali meraih medali emas sehingga mampu menjadi juara umum SEATRC Cup 2026.”
Dengan dua medali emas pada hari pertama, Indonesia membuka peluang besar untuk mendominasi klasemen akhir sekaligus menegaskan kualitas atlet trail running nasional di tingkat Asia Tenggara.
(Red)
