KAB. SEMARANG| Bintasara.com -Ratusan warga di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih setelah distribusi dari mata air Tuk Songo dilaporkan mati total selama sekitar enam bulan terakhir. Dampaknya, kebutuhan dasar rumah tangga hingga aktivitas ibadah warga di tiga dusun Krajan, Ngentaksari, dan Kesongo Lor terganggu.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sumber air utama tersebut berhenti mengalir tanpa penjelasan yang jelas dari pihak terkait.
“Sudah enam bulan air dari Tuk Songo tidak mengalir, padahal itu sumber utama kami,” keluhnya, Jumat (13/2/2026).
Krisis air bersih juga memengaruhi fasilitas ibadah. Sejumlah musala dan masjid kehabisan stok air wudu sehingga pengelola terpaksa memanfaatkan aliran dari pipa milik warga sekitar agar pelaksanaan salat Jumat tetap berlangsung.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kesongo Supriyadi tidak memberikan penjelasan teknis terkait penyebab terhentinya distribusi air dan meminta awak media menghubungi pengelola lapangan.
“Silakan langsung konfirmasi ke Pak Kandar, selaku pengelola Tuk Songo,” ujarnya singkat.
Sikap serupa disampaikan Sekretaris Desa Kesongo, Dendi Sarwo Edi, yang mengaku tidak memahami kondisi teknis distribusi air. Ia bahkan menyebut sebagian wilayah tidak mengalami keluhan, meski mengakui adanya informasi kekeringan di Dusun Krajan akibat debit sumber air yang tidak mengalir.
“Lebih jelasnya Pak Kades yang tahu, karena biasanya para kepala dusun langsung koordinasi dengan beliau,” katanya.
Minimnya respons cepat serta kurangnya transparansi dari perangkat desa memicu kekecewaan warga. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Semarang melalui dinas terkait segera turun tangan menelusuri penyebab terhentinya aliran air dan memperbaiki jalur distribusi, agar aktivitas rumah tangga maupun ibadah masyarakat dapat kembali normal. (*)



