MADIUN| Bintasara.com -Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada Jumat (6/2/2026). Pembukaan berlangsung khidmat di Graha Krida Budaya Padepokan II SH Terate, Jalan Merak No. 17, Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sebagai forum musyawarah tertinggi organisasi PSHT.
Dalam sambutannya, Emil Dardak menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSHT dalam berkontribusi bagi pengembangan pencak silat sekaligus kehidupan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, PSHT memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persaudaraan dan memperkuat semangat kebangsaan.
“Saya bangga dengan konsistensi sumbangsih PSHT, baik untuk organisasi pencak silat maupun untuk masyarakat. Semoga Parapatan Luhur berjalan lancar, dan saya berharap generasi muda terus mengambil peran,” ujar Emil.

Ketua Umum PSHT Kangmas R. Moerdjoko H.W. menegaskan bahwa Parapatan Luhur merupakan agenda wajib yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai sarana konsolidasi dan kesinambungan organisasi.
“Di dalam PSHT, kita membangun persaudaraan dari hati ke hati, tanpa membedakan ras, suku, maupun agama. Kita membangun persaudaraan sesama umat manusia,” tegasnya.
Parapatan Luhur menempati posisi tertinggi dalam struktur organisasi PSHT. Forum ini membahas kebijakan strategis tingkat nasional, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta menjadi wadah pemilihan Ketua Umum dan pengurus pusat untuk periode mendatang.

Ketua Dewan Pusat PSHT Kangmas Issoebiantoro menekankan bahwa Parapatan Luhur 2026 akan menjadi penentu arah dan wajah PSHT ke depan. Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi kedewasaan berorganisasi dan kebulatan tekad.
“Keputusan yang dihasilkan harus membawa kemajuan dan kemaslahatan bagi seluruh warga PSHT,” ujarnya.
Parluh SH Terate 2026 mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme.” Tema ini menegaskan Parapatan Luhur sebagai pusat konsolidasi nasional guna memperkuat persatuan internal, meneguhkan jati diri organisasi, serta menumbuhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai persaudaraan Setia Hati. (Paster1922)



