September 21, 2026 12:44
Breaking News

Ikhtiar Spiritual di Tengah Musim Kemarau: Lapas Gunungsitoli Gelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama

BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Shalat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dalam menghadapi musim kemarau.

Kegiatan Shalat Istisqa dan doa bersama tersebut berlangsung di lapangan terbuka Lapas Gunungsitoli, pada Jumat (18/09/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi petugas dan WBP beragama Islam, untuk memanjatkan doa serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar memberikan rahmat berupa hujan dan keberkahan bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.

Ustadz Irwansyah Gulo dari Kementerian Agama Kota Gunungsitoli memimpin pelaksanaan kegiatan.

Jajaran petugas dan pejabat struktural Lapas Gunungsitoli turut mengikuti kegiatan, termasuk Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Kasubsi Pelaporan, serta dua peserta magang.

Sebanyak 61 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Mereka mengikuti tausiyah, Shalat Istisqa, khutbah, hingga doa bersama dengan penuh perhatian.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Irwansyah Gulo mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak istighfar dan introspeksi diri.

Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Setelah tausiyah, peserta melaksanakan Shalat Istisqa dua rakaat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama.

Melalui rangkaian ibadah tersebut, jajaran Lapas Gunungsitoli bersama WBP menunjukkan kepedulian sekaligus ikhtiar menghadapi kondisi musim kemarau.

Selain kegiatan ibadah, peserta juga membacakan komitmen bersama untuk menggunakan air secara bijak, menghemat persediaan air, menjaga kebersihan, dan melestarikan lingkungan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menghadapi musim kemarau membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Pelaksanaan Shalat Istisqa Lapas Gunungsitoli berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Sinergi antara petugas dan WBP turut menciptakan suasana kegiatan yang kondusif serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi WBP.

Pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, introspeksi diri, kepedulian, serta sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran WBP untuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bertanggung jawab.

Dengan menggabungkan ikhtiar spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan, Lapas Gunungsitoli terus mendorong terciptanya pembinaan yang menyentuh aspek kehidupan secara menyeluruh.

Jajaran Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut membawa keberkahan serta memberikan manfaat bagi seluruh warga binaan, petugas, dan masyarakat.

Semangat kebersamaan yang terbangun juga diharapkan terus tumbuh dalam setiap pelaksanaan pembinaan di lingkungan Lapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva