September 16, 2026 05:50
Breaking News

Dalam Hening dan Doa, Lapas Gunungsitoli Kenang Jasa Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur

BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Lapas Gunungsitoli mengenang jasa tiga ASN Jayawijaya yang gugur dalam menjalankan tugas negara melalui kegiatan Hening Cipta dan Doa Bersama.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli pada Senin, 14 September 2026, sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada para aparatur negara yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayat.

Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli memimpin langsung kegiatan tersebut. Pejabat struktural, Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jabatan Fungsional Umum (JFU), staf, serta peserta magang turut mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.

Hening Cipta dan Doa Bersama ini menjadi wujud empati jajaran Lapas Gunungsitoli terhadap tiga ASN Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang gugur ketika menjalankan tugas negara.

Ketiga almarhum tersebut yaitu Aprida Rapi, S.Pt., Wili Mbuik, S.P., dan Drh. Alfonius Albinus Mehan.

Jajaran Lapas Gunungsitoli memberikan penghormatan atas jasa, pengabdian, dan dedikasi ketiga ASN tersebut dalam menjalankan amanah sebagai aparatur pemerintah.

Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan suasana penuh keheningan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para almarhum.

Kegiatan berlangsung secara tertib dan khidmat. Para peserta juga memanjatkan doa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan tempat terbaik bagi para almarhum serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang mereka tinggalkan.

Pelaksanaan Hening Cipta dan Doa Bersama tersebut juga menjadi tindak lanjut atas imbauan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada instansi pemerintah untuk mengenang dan mendoakan ASN yang gugur dalam menjalankan tugas negara.

Instansi pemerintah dapat melaksanakan kegiatan tersebut melalui upacara, apel pagi, maupun kegiatan kedinasan resmi lainnya pada Senin, 14 September 2026.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menunjukkan kepedulian terhadap sesama aparatur negara sekaligus memperkuat semangat solidaritas di lingkungan pemerintahan.

Penghormatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk belasungkawa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Momentum Hening Cipta juga mengajak seluruh jajaran Lapas Gunungsitoli untuk terus menjaga semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

Pengabdian para ASN yang gugur menjadi inspirasi bagi aparatur lainnya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, jajaran Lapas Gunungsitoli berharap masyarakat dapat melihat pentingnya menghargai setiap bentuk pengabdian kepada negara.

Semangat kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas perlu terus diperkuat agar nilai-nilai kebersamaan tetap tumbuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seluruh rangkaian Hening Cipta dan Doa Bersama di Lapas Gunungsitoli berjalan aman, tertib, dan lancar.

Jajaran Lapas Gunungsitoli pun berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya penghormatan terhadap jasa para aparatur negara yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva