Agustus 14, 2026 23:55
Breaking News

Panen Hidroponik Bapas Muara Teweh Cetak Klien Makin Mandiri

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Panen Hidroponik Bapas Muara Teweh melalui Griya Abhipraya Haruan, menjadi bagian dari program pembimbingan yang mendorong Klien Pemasyarakatan untuk semakin mandiri dan produktif.

Kegiatan panen hasil budidaya hidroponik tersebut berlangsung bersama Klien Pemasyarakatan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Kegiatan panen hidroponik ini menjadi salah satu bentuk pembimbingan dan pemberdayaan yang memberikan kesempatan kepada klien, untuk mengembangkan keterampilan praktis di bidang pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, Bapas Kelas II Muara Teweh tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membuka ruang bagi klien untuk belajar mengelola kegiatan produktif yang memiliki potensi ekonomi.

Sejak proses awal, Klien Pemasyarakatan terlibat langsung dalam perawatan tanaman hingga proses pemanenan.

Baca Juga  Rp121 Juta atau Rp116 Juta? Jet Pump Desa Lestari Menyisakan Misteri

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada klien dalam menjalankan kegiatan pertanian secara teratur.

Mereka belajar menjaga tanaman, memperhatikan kebutuhan budidaya, serta menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan hidroponik di Griya Abhipraya Haruan juga membentuk sikap disiplin dan kemandirian.

Klien belajar mengatur pekerjaan, bekerja secara konsisten, serta memahami pentingnya tanggung jawab dalam menghasilkan sebuah produk.

Bapas Muara Teweh berharap hasil panen hidroponik dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Pengembangan kegiatan tersebut berpotensi memberikan nilai ekonomi sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi klien ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menyampaikan bahwa kegiatan hidroponik menjadi salah satu bentuk pembimbingan yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian Klien Pemasyarakatan.

Baca Juga  Perkuat Toleransi, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Gelar Ibadah Hindu Kaharingan

Menurut Ading, program tersebut menunjukkan bahwa pembimbingan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga memberikan ruang bagi klien untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.

“Panen hidroponik ini merupakan hasil dari proses pembimbingan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pemberdayaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh klien melalui Griya Abhipraya Haruan dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ading.

Melalui program tersebut, Bapas Kelas II Muara Teweh terus mendorong Klien Pemasyarakatan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Griya Abhipraya Haruan diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang mendukung proses reintegrasi sosial sekaligus mempersiapkan klien agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Manado Lakukan Penanaman Bibit Ketimun

Kegiatan Panen Hidroponik Bapas Muara Teweh juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pembimbingan, pemberdayaan, dan pengembangan keterampilan.

Dengan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program, klien diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan pertanian sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan produktivitas dan membangun masa depan yang lebih mandiri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya