BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Bimbingan menjadi fokus utama dalam koordinasi antara Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Utara.
Melalui pertemuan yang berlangsung di kantor Bapas Muara Teweh, kedua instansi membahas penguatan program bimbingan keagamaan bagi Klien Pemasyarakatan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian untuk mendukung keberhasilan reintegrasi sosial.
Sinergi ini diharapkan mampu membentuk karakter klien yang lebih baik, meningkatkan kualitas spiritual, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang taat hukum setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sinergi Bapas dan Kemenag Perkuat Pembinaan Kepribadian
Kunjungan tersebut diwakili oleh Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara.
Dalam suasana penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan secara berkelanjutan.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada Klien Pemasyarakatan agar memiliki bekal moral yang kuat selama menjalani proses pembimbingan di Bapas.
Selain itu, kegiatan keagamaan diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, memperkuat akhlak, serta membangun optimisme klien dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menyambut positif kunjungan dan koordinasi tersebut.
Menurutnya, pembinaan keagamaan merupakan salah satu unsur penting dalam sistem pembimbingan Klien Pemasyarakatan yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan karakter.
“Bimbingan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, kami berharap para klien semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujar M. Ading Saidhy.
Dukung Reintegrasi Sosial Melalui Pendekatan Spiritual
Melalui koordinasi ini, Bapas Muara Teweh dan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara berkomitmen memperkuat sinergi dalam menghadirkan program pembinaan yang berkesinambungan.
Pendekatan spiritual dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir positif sekaligus mengurangi potensi pengulangan tindak pidana oleh Klien Pemasyarakatan.
Bimbingan keagamaan juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial sehingga klien memiliki kesiapan mental saat kembali berinteraksi dengan keluarga maupun masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, proses reintegrasi sosial diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Komitmen Bersama Wujudkan Pembimbingan yang Berkualitas
Kolaborasi antara Bapas Muara Teweh dan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antar instansi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Program pembimbingan yang memadukan aspek hukum, sosial, dan spiritual diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku Klien Pemasyarakatan.
Ke depan, kedua instansi akan terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan yang terstruktur dan berkesinambungan, agar para klien memperoleh bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan secara mandiri, produktif, serta menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui upaya tersebut, Bapas Muara Teweh menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembinaan, dan mendukung keberhasilan reintegrasi sosial secara menyeluruh.
