BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat menghadiri agenda resmi yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu di Aula Permata Land Hotel & Resort, Rantauprapat, Senin (27/07/2026).
Kehadiran ini menunjukkan keseriusan Lapas Rantauprapat dalam membangun komunikasi yang produktif dengan kalangan mahasiswa demi mendukung terciptanya lingkungan yang aman, kondusif, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri berbagai unsur organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta para undangan dari sejumlah instansi pemerintah.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring kemitraan, sekaligus membangun dialog konstruktif mengenai berbagai isu sosial, hukum, dan pembangunan daerah.
Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat sejatinya dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut. Namun, karena harus menjalankan agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan, Kalapas secara resmi menugaskan Kepala Sub Seksi Pengelolaan Hasil Kerja dan Tata Tertib (Kasubsi Peltatib) sebagai perwakilan institusi.
Delegasi tersebut mencerminkan komitmen Lapas Rantauprapat untuk tetap hadir dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang bertujuan memperkuat hubungan antar lembaga.
Melalui partisipasi aktif dalam forum kepemudaan, Lapas berharap dapat membangun sinergi yang berkelanjutan dengan organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembinaan kemasyarakatan.
Kasubsi Peltatib menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan oleh DPC GMNI Labuhanbatu.
Menurutnya, forum yang melibatkan mahasiswa merupakan ruang yang sangat penting untuk memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi generasi muda, sekaligus memperluas kolaborasi dalam bidang edukasi hukum dan pembinaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi undangan dari rekan-rekan DPC GMNI Labuhanbatu. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan nyata Lapas Rantauprapat terhadap ruang diskusi positif yang diinisiasi mahasiswa. Sinergi antara institusi penegak hukum dan organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan Labuhanbatu yang kondusif, aman, dan progresif,” ujar Kasubsi Peltatib.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Lapas Rantauprapat terus membuka ruang kolaborasi melalui berbagai program edukasi, penyuluhan hukum, pembinaan karakter, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan warga binaan maupun masyarakat umum.
Melalui sinergi tersebut, Lapas berharap mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun budaya sadar hukum di Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan itu diakhiri dengan sesi silaturahmi dan diskusi bersama seluruh peserta.
Momentum ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi yang lebih luas antara Lapas Rantauprapat, GMNI Labuhanbatu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperkuat edukasi hukum, dan mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.
