BINTASARA.com, Gunungsitoli, — TP PKK Gunungsitoli meraih Juara I kategori kota dalam Lomba Vlog Menuju Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dengan nilai 87. Prestasi ini memperkuat upaya edukasi keluarga tentang pentingnya melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual.
Panitia mengumumkan penghargaan tersebut dalam rangkaian kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK se-Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Hotel Grand Mercure Medan.
Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, mengikuti kegiatan tersebut bersama Ketua Bidang IV, Ny. Pitha Andhika P. Laoly, dan Sekretaris TP PKK Kota Gunungsitoli, Yutina Gulo.
TP PKK Gunungsitoli Unggul dengan Nilai 87
TP PKK Gunungsitoli menempati posisi tertinggi dalam kategori kota dengan nilai 87. Kota Pematangsiantar menyusul sebagai Juara II dengan nilai 85, sedangkan Kota Tebing Tinggi meraih Juara III dengan nilai 83.
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menyerahkan penghargaan tersebut dengan didampingi Staf Ahli I TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Titiek Sugiharti.
Capaian ini menunjukkan kontribusi TP PKK Kota Gunungsitoli dalam mendorong keluarga agar semakin peduli terhadap keselamatan anak serta aktif membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang mereka.
Kampanye KILAS Perkuat Perlindungan Anak
Melalui kampanye KILAS, TP PKK mendorong keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekerasan seksual terhadap anak. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman ketika menyampaikan pengalaman atau persoalan yang mereka hadapi.
Keluarga juga perlu memberikan edukasi sesuai usia anak mengenai batasan tubuh, sentuhan yang tidak pantas, serta cara mengenali perilaku yang berpotensi membahayakan. Selain itu, orang tua dan lingkungan sekitar perlu memahami tanda-tanda kekerasan serta mengetahui cara melaporkan dugaan kasus kepada pihak berwenang.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dapat membantu memperkuat pencegahan sekaligus memastikan anak memperoleh perlindungan ketika menghadapi ancaman kekerasan.
Kader PKK Perluas Edukasi Kesehatan Masyarakat
Selain mengumumkan pemenang Lomba Vlog KILAS, kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK juga menghadirkan materi mengenai penanggulangan AIDS, tuberkulosis, dan malaria (ATM) dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Materi tersebut diharapkan memperluas pengetahuan kader PKK agar mereka mampu mendukung edukasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui prestasi ini, harapan lebih bersemangat memperkuat program edukasi perlindungan anak. Peran aktif orang tua, kader PKK, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kekerasan seksual serta mewujudkan lingkungan yang aman bagi setiap anak. (Kris Laoli)

