Oktober 25, 2026 19:20
Breaking News

Tanamkan Nilai Pertobatan, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Ikuti Doa Rosario dan Ibadah Ekaristi

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Pembinaan kerohanian Lapas Muara Teweh terus dilaksanakan untuk memperkuat keimanan dan menanamkan nilai-nilai pertobatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui pelayanan Gereja Katolik, warga binaan beragama Katolik mengikuti kegiatan doa Rosario, pengakuan dosa, dan Ibadah Ekaristi dengan khusyuk di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar semakin baik, bertanggung jawab, dan memiliki landasan spiritual yang kuat.

Selain itu, kegiatan keagamaan ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk merefleksikan perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan selama menjalani masa pembinaan.

Doa Rosario Menjadi Sarana Refleksi dan Penguatan Iman

Rangkaian pembinaan kerohanian Lapas Muara Teweh diawali dengan doa Rosario. Para warga binaan mengikuti setiap rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghayatan iman dan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.

Melalui doa Rosario, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keyakinan, serta memperoleh dorongan spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan ini juga mengajak mereka untuk membangun sikap sabar, rendah hati, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah doa Rosario, kegiatan dilanjutkan dengan pengakuan dosa. Dalam rangkaian ini, warga binaan memperoleh kesempatan untuk melakukan refleksi diri, menyadari kesalahan masa lalu, serta menumbuhkan tekad untuk memperbaiki perilaku.

Nilai pertobatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan bertanggung jawab.

Ibadah Ekaristi Perkuat Harapan dan Semangat Perubahan

Usai rangkaian doa dan pengakuan dosa, warga binaan mengikuti Ibadah Ekaristi yang berlangsung dengan khidmat.

Perayaan Ekaristi menjadi bagian penting dalam pembinaan iman umat Katolik sekaligus momentum untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat memperkuat iman, memperoleh ketenangan batin, serta membangun semangat baru dalam menjalani masa pembinaan.

Penguatan spiritual juga diharapkan membantu mereka menumbuhkan sikap disiplin, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen untuk meninggalkan perilaku yang bertentangan dengan norma sosial.

Pembinaan kerohanian Lapas Muara Teweh tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga mendukung proses perubahan kepribadian warga binaan.

Dengan mengikuti kegiatan keagamaan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kembali berinteraksi secara positif dengan masyarakat.

Melalui pelayanan Gereja Katolik ini, Lapas Kelas IIB Muara Teweh terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal spiritual yang bermakna dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh harapan, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidana.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva