BINTASARA.com, PADANGSIDIMPUAN – Panen raya jagung Lapas Padangsidimpuan kembali digelar sebagai bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, serta program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan melaksanakan Panen Raya Jagung Tahap II di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Selasa (22/09/2026).
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan yang berhalangan hadir diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Sri Sundarini Siregar, S.Pt., bersama jajaran.
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, A.Md.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa panen jagung tahap II tersebut menghasilkan sekitar 4 hingga 5 ton jagung.
Hasil panen tersebut menjadi salah satu bukti nyata keberlanjutan program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Padangsidimpuan melalui pemanfaatan lahan SAE.
Menurut Herizal, keberhasilan panen tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan.
Kolaborasi tersebut memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada jajaran Lapas dan warga binaan dalam mengelola tanaman jagung secara produktif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan dan jajaran atas dukungan serta pelatihan yang telah diberikan. Berkat kerja sama tersebut, program ketahanan pangan di Lapas Padangsidimpuan dapat berjalan dengan baik,” ujar Herizal.
Ia menegaskan bahwa Lapas Padangsidimpuan akan terus mendukung program kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
Dalam pelaksanaannya, Lapas melibatkan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pemberian keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
“Lapas Padangsidimpuan berkomitmen penuh untuk terus mendukung program ketahanan pangan sesuai dengan perintah pimpinan dengan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan dan pembelajaran,” tambahnya.
Panen Raya Jagung Tahap II ini juga menunjukkan bahwa program ketahanan pangan di Lapas Padangsidimpuan terus berjalan secara berkelanjutan.
Pengelolaan kebun SAE tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dalam bidang pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Padangsidimpuan berupaya menciptakan pembinaan yang produktif sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara optimal.
Hasil panen jagung yang mencapai sekitar 4 hingga 5 ton diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendukung pengembangan program ketahanan pangan secara berkesinambungan.
Lapas Padangsidimpuan berencana melanjutkan kegiatan pertanian melalui program panen berikutnya.
Dengan kolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Padangsidimpuan, program tersebut diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembinaan warga binaan serta mendukung ketahanan pangan.

