BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Lapas Gunungtua mengikuti evaluasi dan penguatan tugas dan fungsi (Tusi) pengamanan sebagai langkah meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, bersama jajaran pejabat struktural mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (2/11/2026), bertempat di Aula Lapas Gunungtua.
Direktorat Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menginisiasi kegiatan ini untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengamanan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemasyarakatan dapat menyamakan persepsi, mengevaluasi strategi pengamanan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Dalam arahannya, Direktorat Pengamanan dan Intelijen menyampaikan sejumlah poin penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh setiap UPT.
Salah satu fokus pembahasan yaitu pelaporan data keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas selama periode Januari hingga Oktober 2026.
Selain itu, Direktorat Pengamanan dan Intelijen menekankan pentingnya sterilisasi barang-barang terlarang di blok hunian.
Petugas harus meningkatkan pengawasan terhadap setiap barang yang masuk maupun beredar di lingkungan lapas guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Arahan lainnya berkaitan dengan pengetatan penguncian kamar hunian, khususnya bagi narapidana pendamping atau tamping.
Setiap petugas wajib menjalankan prosedur penguncian sesuai SOP yang berlaku agar pengawasan terhadap aktivitas warga binaan tetap berjalan optimal.
Kegiatan evaluasi dan penguatan pengamanan ini juga membahas pentingnya sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) di wilayah masing-masing.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif, jajaran pemasyarakatan diharapkan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memperoleh informasi strategis dalam menghadapi persoalan kelebihan kapasitas hunian atau over kapasitas.
Kalapas Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menegaskan bahwa jajarannya siap menindaklanjuti seluruh arahan dan hasil evaluasi yang disampaikan Direktorat Pengamanan dan Intelijen.
Ia meminta seluruh petugas meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pengamanan.
Kami siap mengimplementasikan instruksi dan evaluasi yang disampaikan oleh Direktorat Pengamanan dan Intelijen.
“Langkah-langkah preventif, mulai dari sterilisasi blok hunian, kedisiplinan penguncian kamar tamping, hingga penguatan koordinasi lintas sektoral dengan APH akan terus kami optimalkan demi menjaga kondusivitas Lapas Gunungtua,” tegas Japaruddin.
Melalui evaluasi dan penguatan tugas dan fungsi pengamanan ini, Lapas Gunungtua berkomitmen meningkatkan kualitas pengawasan serta memperkuat langkah-langkah pencegahan gangguan keamanan.
Jajaran Lapas Gunungtua juga akan terus mengedepankan kedisiplinan, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap SOP demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

