BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua terus menumbuhkan budaya literasi warga binaan melalui kegiatan membaca buku di perpustakaan lapas, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta membentuk sikap dan perilaku positif warga binaan selama menjalani masa pidana.
Melalui kegiatan membaca buku, Lapas Gunungtua mendorong warga binaan untuk memanfaatkan waktu secara produktif.
Mereka memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia sesuai minat dan kebutuhan masing-masing.
Petugas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memilih buku yang ingin mereka baca.
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif sehingga setiap peserta dapat membaca dengan nyaman.
Kebiasaan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus menumbuhkan semangat belajar secara mandiri.
Perpustakaan Menjadi Sarana Pembinaan yang Positif
Budaya literasi warga binaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan membaca buku, warga binaan dapat memperoleh informasi baru, memahami berbagai pengetahuan, serta mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka.
Selain menambah wawasan, kegiatan membaca juga membantu warga binaan mengisi waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat.
Mereka dapat mempelajari beragam topik yang mendukung pengembangan diri, mulai dari pengetahuan umum, keterampilan, hingga nilai-nilai kehidupan yang positif.
Antusiasme warga binaan dalam memanfaatkan perpustakaan menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan.
Lapas Gunungtua terus mendorong kegiatan tersebut agar membaca tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menyampaikan bahwa membaca merupakan kegiatan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi pengembangan diri warga binaan.
Membaca bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga dapat membuka wawasan dan memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus belajar.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kebiasaan positif sehingga warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan pola pikir yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Japaruddin.
Bangun Kebiasaan Membaca untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Japaruddin menegaskan bahwa pembinaan melalui literasi menjadi salah satu upaya untuk mendukung perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.
Pengetahuan yang mereka peroleh dari buku diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri serta mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Lapas Gunungtua terus mendorong pemanfaatan fasilitas perpustakaan sebagai sarana pembelajaran yang mendukung pembinaan kepribadian.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan pemikiran yang lebih positif.
Dengan konsistensi dalam membangun budaya literasi warga binaan, Lapas Kelas III Gunungtua berkomitmen menghadirkan kegiatan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Setiap buku yang dibaca diharapkan memberikan inspirasi, motivasi, dan pengetahuan baru sebagai bekal bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

