BINTASARA.Com, UNGARAN- Proyek Pengendalian Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan terkait keterbukaan nilai kontrak, progres pekerjaan, mutu konstruksi, dan keselamatan pekerja.
Dokumentasi lapangan pada Selasa (27/10/2026) memperlihatkan sejumlah pekerja beraktivitas di area konstruksi tanpa rompi keselamatan yang terlihat jelas.
Selain itu, papan informasi proyek tidak mencantumkan nilai kontrak dalam rupiah.
Sementara itu, wakil mandor yang bertugas di lokasi mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal mulai dan target penyelesaian pekerjaan.
Temuan visual dan keterangan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan dari kontraktor, konsultan pengawas, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran kontrak, ketidaksesuaian mutu, atau pengabaian kewajiban keselamatan kerja.
Papan informasi proyek mencantumkan nama Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, BBWS Pemali Juana, serta nama PT Antusias Raya, PT Mitra Utama Kenzo, dan PT Wijaya Karya Semesta.
Informasi lain pada papan tersebut meliputi nama pekerjaan Pengendalian Banjir DAS Garang, nomor dan tanggal kontrak 8 Mei 2026, tahun anggaran 2026, serta durasi pelaksanaan selama 215 hari. Akan tetapi, papan itu tidak menampilkan nilai kontrak.
Ketiadaan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan anggaran proyek kepada masyarakat.
Karena itu, pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai nilai kontrak, sumber pendanaan, dan dokumen anggaran yang dapat diakses publik sesuai ketentuan.
Keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat mengetahui besaran anggaran serta ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan yang menggunakan dana negara.
Saat wartawan meminta keterangan di lokasi pada Selasa (27/10/2026), wakil mandor mengaku belum memahami secara terperinci jadwal pelaksanaan proyek.
Ia menyebut dirinya masih baru bertugas di lokasi tersebut.
“Saya juga kurang tahu mulai dan selesainya kapan, sampai kapan. Saya masih baru di sini,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa narasumber belum menguasai informasi jadwal pekerjaan.
Meski demikian, keterangannya tidak serta-merta membuktikan bahwa proyek mengalami keterlambatan.
Untuk memastikan perkembangan pekerjaan, kontraktor dan konsultan pengawas perlu menjelaskan tanggal mulai efektif, target penyelesaian, serta progres fisik aktual berdasarkan dokumen kontrak dan laporan lapangan.
Informasi tersebut juga diperlukan untuk membandingkan capaian pekerjaan dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Dokumentasi lapangan memperlihatkan aktivitas konstruksi di tepi sungai, termasuk pemasangan bekisting, besi tulangan, dan penanganan material tanah.
Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan metode kerja dan spesifikasi konstruksi sesuai dengan dokumen perencanaan.
Ketika wartawan menanyakan kualitas pekerjaan, wakil mandor menyampaikan penilaian positif terhadap hasil pengecoran berdasarkan pengamatannya.
“Setahu saya sudah. Untuk pengecoran, tingkat kekerasannya juga sudah bagus, termasuk lebih bagus ini daripada yang lain,” katanya.
Namun, penilaian narasumber belum dapat menggantikan hasil pengujian teknis. Untuk memastikan mutu konstruksi, pihak berwenang dan konsultan pengawas perlu memeriksa dokumen pengendalian mutu, hasil pengujian beton, kondisi tulangan, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak.
Tanpa hasil pemeriksaan tersebut, masyarakat belum memiliki dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh pekerjaan telah memenuhi standar teknis.
Selain transparansi anggaran dan mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi aspek penting dalam proyek pengendalian banjir DAS Garang.
Dokumentasi di lokasi memperlihatkan sejumlah pekerja beraktivitas di area konstruksi tanpa rompi keselamatan yang terlihat jelas.
Meski demikian, foto tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) atau bahwa kontraktor mengabaikan prosedur keselamatan.
Saat wartawan menanyakan upaya pencegahan kecelakaan kerja, wakil mandor menekankan penggunaan sepatu dan pentingnya kewaspadaan pekerja.
“Sepatu. APD sepatu juga. Apalagi untuk yang rawan-rawan seperti itu, harus berhati-hati. Pekerjanya juga harus saling menjaga diri sendiri,” tuturnya.
Penggunaan sepatu keselamatan dan kewaspadaan merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan.
Namun, penerapan K3 juga perlu mencakup APD sesuai risiko pekerjaan, pengawasan keselamatan, serta prosedur kerja yang berlaku.
Karena itu, kontraktor dan pengawas perlu menjelaskan bagaimana mereka memastikan pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan potensi bahaya di lapangan.
Durasi pelaksanaan selama 215 hari menjadi salah satu informasi penting untuk menilai perkembangan proyek.
Namun, penilaian tersebut memerlukan kepastian mengenai tanggal mulai efektif, jadwal kontrak, target fisik, dan realisasi pekerjaan.
Selain itu, penjelasan mengenai nilai kontrak, hasil pengujian mutu, serta penerapan K3 dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang pelaksanaan proyek.
Hingga berita ini disusun, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari BBWS Pemali Juana dan perusahaan pelaksana mengenai nilai kontrak, progres pekerjaan, hasil pemeriksaan teknis, serta penerapan keselamatan kerja di lokasi.
Redaksi akan memuat keterangan dari pihak terkait setelah memperoleh tanggapan. Penjelasan tersebut penting untuk memberikan ruang klarifikasi dan menjaga keberimbangan pemberitaan.
Proyek pengendalian banjir memiliki fungsi penting dalam mengurangi risiko banjir di wilayah DAS Garang.
Oleh sebab itu, pengawasan terhadap jadwal, mutu konstruksi, keterbukaan anggaran, dan keselamatan pekerja perlu mengacu pada dokumen serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan dukungan data kontrak, laporan progres, hasil pengujian teknis, dan evaluasi K3, masyarakat dapat menilai perkembangan proyek secara lebih objektif tanpa bergantung pada pengamatan visual semata.
(Ag/Ad)

