Juli 30, 2026 10:15
Breaking News

Bapas Muara Teweh Bergerak Cepat, Bangun Sinergi Lintas Sektor Wujudkan KELAYAN BINTER

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – KELAYAN BINTER menjadi langkah nyata Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, guna meningkatkan kualitas pembimbingan Klien Pemasyarakatan.

Sebagai tindak lanjut rapat internal pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (KELAYAN BINTER), Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh bersama jajaran pejabat struktural dan Pembimbing Kemasyarakatan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Barito Utara pada Rabu (29/07/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Koordinasi tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah dan masyarakat, mulai dari Camat, Lurah, tokoh masyarakat, penyuluh agama Kementerian Agama, Dinas Sosial, hingga Dinas Tenaga Kerja.

Seluruh pihak tersebut merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembimbingan, pendampingan, serta reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali diterima dan berdaya di tengah masyarakat.

Baca Juga  Satukan Langkah, Tingkatkan Kinerja : Lapas Kotanopan Gelar Rapat Dinas

Melalui kegiatan ini, Bapas Muara Teweh memperkenalkan konsep KELAYAN BINTER sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan berbagai layanan pembimbingan.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembimbingan kepribadian dan kemandirian Klien Pemasyarakatan, tetapi juga mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial sesuai ketentuan KUHP Nasional serta memperkuat implementasi program Griya Abhipraya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Sinergi yang dibangun diharapkan mampu menciptakan sistem pembimbingan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan keterlibatan berbagai instansi, setiap Klien Pemasyarakatan dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan, mulai dari pembinaan karakter, peningkatan keterampilan kerja, pembinaan keagamaan, hingga akses terhadap program sosial dan kesempatan kerja setelah menjalani masa pidana.

Baca Juga  Pastikan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Teweh Gelar Tes Urine Rutin Warga Binaan

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa keberhasilan KELAYAN BINTER sangat bergantung pada dukungan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

“KELAYAN BINTER tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Karena itu kami membangun komunikasi sejak awal agar setiap pihak memiliki peran dalam mendukung reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembimbingan yang komprehensif.

Setiap instansi memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan yang dilaksanakan oleh Pemasyarakatan.

Baca Juga  Tilang Manual di Nias: Kode BRIVA Tak Otomatis, Ini Kata Kasat Lantas

Melalui koordinasi ini, Bapas Muara Teweh kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring kemitraan dengan seluruh stakeholder sebagai implementasi kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui layanan pembimbingan yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata.

Ke depan, Bapas Muara Teweh KELAYAN BINTER diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu mempercepat keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan, mengurangi risiko residivisme, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Kabupaten Barito Utara maupun wilayah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *