BINTASARA.com, Jakarta – Hari Buruh Internasional, terjadi di Jakarta yang mana kurang lebih 500.000 orang berkumpul di sekitar monas sampai dengan gambir. Tema Mayday tahun ini adalah “Mayday Tahun Ini, Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang berkeadilan. ”
Acara ini dibuka dengan Pidato para Ketua Umum Konfederasi Buruh atau Serikat dan Dilanjutkan via oleh Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dan tidak lupa di isi oleh pementasan oleh banyak artis.
Yang disoroti oleh Redaksi adalah bergesernya sebuah arti dari hari Buruh menjadi sebuah kegiatan rame rame dan bagi bagi sembako, sementara keluhan Buruh lain seakan sudah terbungkus oleh pidato para Ketua Konfederasi, sementara di jajaran Federasinya mungkin masih belum terwakili aspirasi dan keluhan anggotanya.
Sementara dari Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) pimpinan Bane Raja Manalu masih banyak Issue yang belum diangkat secara terang benderang. FSPTI Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta yang saat hari Buruh ini membawa Pimpinan Cabang Jakarta Timur dan Pimpinan Unit Kerja Mikrotrans Jak Lingko membawa Issue mengenai ” Lemahnya pengawasan Gubernur DKI dan terjadi Pembiaran oleh PT Transjakarta terhadap banyak Koperasi yang melakukan Pemotongan Gaji Supir, Pembayaran Dana BPJS Ketenagakerjaan yang baru dibayarkan antara tahun 2024 ke 2026 sementara menurut keterangan DPRD DKI seluruh kebutuhan Pramudi sudah di bayarkan oleh Pemenerintah DKI Jakarta,. ‘FSPTI juga menyoroti atas lambatnya penangan kasus Mikrotrans Jak Lingko di Polda Metro Jaya sejak 2023 belum juga memanggil para Terlapor.”
Sementara untuk Gaji Pramudi dan Pemilik sangat memprihatinkan. Terlalu banyak potongan, bahkan ada koperasi yang melakukan sistem penggajian per 50 hari sekali, yang mana operator lain menerapkan sistem penggajian per 15 hari. Belum lagi pemotongan Berita Acara hukuman pengemudi yang bertumpuk yaitu dikenakan sangsi denda diluar ketetapan PT Transjakarta di tambah dengan sangsi skorsing yang memberatkan, bahkan saat Pramudi di tensi terkena tensi tinggi maka sangsi uang diberlakukan.
Dari Mayday ini, FSPTI Pimpinan Daerah DKI Jakarta, Ramoth Saut Sumohardho menyatakan akan terus memperjuangkan agar para pihak yang dzalim akan dibawa ke ranah hukum sesuai dengan arahan dari Pimpinan Pusat. Hal ini dikatakan agar terjadi efek jera dan lara pimpinan koperasi dapat mengembalikan seluruh uang selisih sejak tahun 2018 program ini diluncurkan.
FSPTI Pimpinan DKI jakarta juga menggarisbawahi bahwa hal ini sudah diajukan audiensi ke DPR RI dan ke Presiden agar semua pihak dapat mengawal kasus ini. Tidak lupa FSPTI DKI jakarta juga melakukan orasi didepan kantor Gubernur DKI Jakarta.



