BINTASARA.com, RANTAU – Assessment rehabilitasi narapidana Rutan Rantau menjadi langkah penting dalam memperkuat pelaksanaan program pembinaan yang terarah dan sesuai kebutuhan.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau melaksanakan kegiatan assessment untuk mendukung program rehabilitasi dan reedukasi bagi narapidana di Aula Rutan Rantau, Rabu (07/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menggali informasi secara menyeluruh mengenai kondisi, kebutuhan, serta karakteristik narapidana.
Petugas kemudian menggunakan hasil assessment sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bentuk pembinaan, rehabilitasi, dan reedukasi yang sesuai.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, bersama Kasubsi Pelayanan Tahanan, Tim Assessor Rutan Rantau, dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Amuntai mengikuti pelaksanaan assessment tersebut.
Kolaborasi antarunsur ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses penilaian berjalan secara objektif dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penggalian informasi melalui proses assessment untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masing-masing narapidana.
Tim selanjutnya menggunakan informasi tersebut sebagai dasar dalam menyusun langkah pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Renaldi Hutagalung menegaskan bahwa assessment memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pembinaan narapidana.
Menurutnya, petugas perlu memahami kebutuhan setiap narapidana agar program yang diberikan mampu memberikan dampak yang optimal.
“Kami ingin setiap program pembinaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan narapidana. Melalui assessment yang dilakukan secara terukur, hasilnya dapat menjadi dasar dalam memberikan intervensi dan pembinaan yang lebih tepat,” ujar Renaldi.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Rantau, Darmawan Saputra, menjelaskan bahwa pelaksanaan assessment membutuhkan sinergi antara petugas Rutan, Tim Assessor, dan Pembimbing Kemasyarakatan.
Sinergi tersebut membantu petugas memperoleh informasi yang lebih lengkap dalam menentukan langkah pembinaan.
“Assessment membantu kami melihat kondisi dan kebutuhan narapidana secara lebih menyeluruh. Hasilnya akan menjadi bahan dalam menentukan langkah pembinaan, rehabilitasi, maupun reedukasi yang sesuai,” jelas Darmawan.
Melalui assessment rehabilitasi narapidana, Rutan Rantau terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang berbasis kebutuhan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu narapidana mengikuti program secara lebih efektif dan memperoleh intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Rutan Rantau juga berkomitmen menjalankan setiap tahapan pembinaan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan assessment bersama unsur terkait menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan sekaligus mendukung proses perubahan positif bagi narapidana.
Dengan assessment yang dilakukan secara sistematis, Rutan Rantau berharap program rehabilitasi dan Re-edukasi dapat memberikan manfaat nyata.
Program tersebut diharapkan menjadi bekal bagi narapidana untuk meningkatkan kemampuan diri, membangun perilaku yang lebih positif, serta mempersiapkan diri sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

