BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Sholat Jumat Lapas Gunungtua menjadi salah satu bentuk pembinaan kerohanian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Petugas dan warga binaan yang beragama Islam mengikuti ibadah Sholat Jumat berjamaah dengan khusyuk di Masjid Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang secara rutin dilaksanakan oleh Lapas Kelas III Gunungtua.
Melalui kegiatan tersebut, pihak Lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menjalankan kewajiban ibadah sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan Sholat Jumat Lapas Gunungtua tidak hanya berfokus pada pemenuhan kewajiban beribadah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter positif bagi warga binaan.
Melalui kegiatan ini, WBP diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, keikutsertaan petugas bersama warga binaan dalam ibadah berjamaah turut mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Lapas.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan komunikasi yang baik, membangun rasa saling menghormati, serta mendukung kelancaran seluruh program pembinaan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian warga binaan.
Menurutnya, setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pembinaan yang harus dilalui narapidana agar dapat membangun sikap religius dan meningkatkan hubungan dengan Tuhan.
“Kita menyadari bahwa setiap insan tidak luput dari kesalahan. Namun, meninggalkan kebiasaan lama dan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah agama merupakan langkah terbaik untuk memperbaiki diri,” ungkap Japaruddin Ritonga.
Ia juga menjelaskan bahwa Lapas Gunungtua secara konsisten melaksanakan ibadah Sholat Jumat berjamaah sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan.
Kegiatan ibadah Sholat Jumat berjamaah kami laksanakan secara rutin dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta membentuk karakter yang religius.
“Kami berharap warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menyadari kesalahan masa lalu, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui pembinaan kerohanian tersebut, Lapas Kelas III Gunungtua terus mendorong warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan dengan berbagai kegiatan positif.
Pembinaan ini diharapkan tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Seluruh rangkaian Sholat Jumat berjamaah berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Lapas Gunungtua berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang berakhlak baik, memiliki kesadaran diri, dan siap menjalani proses reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pidana.

