Oktober 8, 2026 23:16
Breaking News

Lapas Rantauprapat Laksanakan Penanaman Bibit Timun di SAE

BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Penanaman bibit timun menjadi salah satu langkah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat dalam memperkuat program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan penanaman bibit timun berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (08/10/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan penanaman bibit timun secara simbolis oleh Kepala Lapas (Kalapas) Rantauprapat bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas.

Penanaman ini menandai dimulainya pengelolaan lahan pertanian di SAE secara lebih produktif dan terarah.

Program penanaman bibit timun ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Rantauprapat dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan tersebut juga memberikan ruang pembelajaran bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui pengelolaan lahan SAE, Lapas Rantauprapat memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengenal berbagai tahapan budidaya tanaman.

Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, perawatan hingga masa panen, setiap tahapan dapat menjadi pengalaman praktis dalam mengembangkan kemampuan di bidang pertanian.

Kalapas Rantauprapat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong di area SAE, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian yang dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan penanaman bibit timun ini dapat berjalan optimal hingga masa panen, sekaligus menjadi sarana edukasi bercocok tanam yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Kalapas Rantauprapat.

Dalam pelaksanaannya, petugas pembina kemandirian akan mendampingi WBP yang mengikuti program asimilasi dalam mengelola tanaman timun.

Pendampingan tersebut mencakup perawatan tanaman serta pemantauan perkembangan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam mengelola usaha pertanian sederhana.

Dengan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan, WBP diharapkan memiliki bekal yang dapat dikembangkan secara mandiri ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Selain mendukung aspek pembinaan, hasil penanaman bibit timun nantinya diharapkan memberikan manfaat secara ekonomi.

Hasil panen dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas serta dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Melalui program tersebut, Lapas Rantauprapat terus mendorong pemanfaatan SAE sebagai ruang pembinaan yang produktif.

Penanaman bibit timun diharapkan menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan yang mampu menggabungkan aspek ketahanan pangan, edukasi pertanian, pembinaan kemandirian, dan pemberdayaan WBP.

Dengan pengelolaan yang konsisten dan pendampingan petugas, program pertanian di SAE diharapkan terus berkembang serta memberikan hasil positif bagi Lapas dan warga binaan.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva