BINTASARA.com, KOTANOPAN – Survei Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi budidaya perikanan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotanopan.
Kegiatan survei berlangsung pada Selasa (22/09/2026), dengan meninjau langsung kondisi lahan dan lingkungan yang berpotensi mendukung kegiatan perikanan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kotanopan dalam memperkuat sinergi dengan perangkat daerah.
Melalui kerja sama tersebut, Lapas Kotanopan berupaya mengoptimalkan potensi lingkungan sebagai sarana pendukung program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Tim Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal melakukan peninjauan secara langsung terhadap sejumlah area yang berpotensi untuk pengembangan budidaya perikanan.
Tim juga mengamati kondisi lingkungan serta berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan sebelum Lapas menjalankan kegiatan budidaya.
Hasil pengamatan lapangan tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk kegiatan perikanan yang sesuai dengan kondisi dan potensi yang tersedia di Lapas Kelas III Kotanopan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Kelas III Kotanopan, Martinus Mangunsong, mengatakan bahwa pihaknya terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah untuk mendukung program pembinaan WBP.
Menurut Martinus, keterlibatan perangkat daerah dapat memberikan dukungan pengetahuan dan pendampingan sehingga kegiatan pembinaan kemandirian dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Lanjutnya, Survei ini menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengembangan kegiatan perikanan di Lapas Kotanopan.
“Kami berharap sinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal dapat terus berlanjut sehingga kegiatan ini nantinya dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan,” ujar Martinus.
Pengembangan budidaya perikanan juga dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif bagi WBP.
Melalui kegiatan tersebut, WBP dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat mendukung proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Selain aspek pembinaan, pengembangan sektor perikanan di lingkungan Lapas juga sejalan dengan upaya pemanfaatan lahan secara produktif.
Lapas Kotanopan dapat mengembangkan potensi tersebut secara bertahap berdasarkan hasil survei dan rekomendasi teknis dari Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal.
Kolaborasi antara Lapas Kotanopan dan Dinas Perikanan diharapkan tidak berhenti pada tahap survei.
Kedua pihak dapat melanjutkan komunikasi dan koordinasi untuk menyusun langkah pengembangan kegiatan perikanan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Melalui survei perikanan Lapas Kotanopan, jajaran Lapas menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berorientasi pada kemandirian WBP.
Kegiatan survei berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Kelas III Kotanopan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal akan terus memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian WBP.

