November 4, 2026 14:25
Breaking News

Lapas Gunungtua Perkuat Kinerja Lewat Arahan Wakil Menteri Imipas

BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Dalam upaya memperkuat kinerja dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua mengikuti Pertemuan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, S.H., M.H., bersama pejabat struktural dan staf mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula Lapas Kelas III Gunungtua, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan yang menghadirkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., ini menjadi sarana komunikasi antara pimpinan pusat dan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Melalui kegiatan tersebut, pimpinan menyampaikan arahan strategis sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi. Dalam arahannya, beliau memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi jajaran pemasyarakatan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, mengatasi keterbatasan jumlah petugas pengamanan, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan sistem pemidanaan melalui penerapan KUHP dan KUHAP yang baru.

Selain membahas tantangan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan juga menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dilaksanakan.

Upaya tersebut meliputi pemindahan narapidana berisiko tinggi, peningkatan pengawasan keamanan, pengembangan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, serta percepatan realisasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program kerja.

Selanjutnya, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., memberikan arahan kepada seluruh jajaran.

Beliau menegaskan bahwa setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh petugas perlu menjalankan tanggung jawab secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.

Wakil Menteri juga menekankan komitmen pemberantasan narkoba dan segala bentuk penyimpangan tanpa toleransi.

Beliau meminta seluruh jajaran memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, serta mengoptimalkan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Setiap program harus menghasilkan perubahan nyata dan dampak berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kegiatan seremonial.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri turut mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh petugas menghadapi perubahan paradigma pemidanaan.

Penerapan pidana alternatif, pidana pengawasan, pidana kerja sosial, dan keadilan restoratif membutuhkan pemahaman serta kesiapan sumber daya manusia yang memadai.

Perubahan sistem pemidanaan tersebut juga menuntut penguatan koordinasi antara Lapas dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Sinergi kedua institusi menjadi faktor penting agar setiap tahapan pelaksanaan pidana dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menyambut baik arahan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Ia bersama seluruh jajaran berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan pimpinan dengan meningkatkan disiplin, memperkuat pengawasan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur.

Melalui Pertemuan Wakil Menteri ini, Lapas Kelas III Gunungtua diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Seluruh jajaran siap mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan demi mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva