Oktober 13, 2026 23:32
Breaking News

Paroki Yesus Gembala yang Baik Paniki Hadir, Perkuat Iman WBP Lapas Manado

BINTASARA.com, MANADO – Ibadah Katolik menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado dalam memperkuat pembinaan kerohanian dan meningkatkan keimanan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Bersama Paroki Yesus Gembala yang Baik Paniki, Lapas Manado menyelenggarakan ibadah bagi warga binaan beragama Katolik pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pelayanan rohani yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berdoa, beribadah, serta mendalami nilai-nilai spiritual sesuai dengan keyakinan mereka.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Manado berupaya menumbuhkan pengharapan, memperkuat iman, dan membangun semangat warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Paroki Paniki Dukung Pembinaan Kerohanian WBP

Paroki Yesus Gembala yang Baik Paniki menunjukkan kepeduliannya terhadap pemenuhan kebutuhan rohani warga binaan melalui pelaksanaan ibadah bersama.

Kehadiran pelayanan gereja ini memberikan ruang bagi WBP untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus merenungkan perjalanan hidup mereka.

Melalui ibadah tersebut, warga binaan diharapkan mampu mengambil pelajaran dari nilai-nilai keagamaan, seperti kasih, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk memperbaiki diri dan membangun perilaku yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memperkuat keimanan, ibadah bersama juga memberikan dukungan moral dan spiritual bagi warga binaan.

Penguatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki kesalahan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Lapas Manado Perkuat Pembinaan Kepribadian

Lapas Kelas IIA Manado terus menjalankan pembinaan secara menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan jasmani, mental, dan spiritual warga binaan.

Salah satu bentuk pelaksanaannya ialah memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.

Melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, petugas pemasyarakatan mendorong WBP untuk meningkatkan kesadaran diri, memperkuat moral, serta mengembangkan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Lapas Manado juga membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan.

Kerja sama dengan Paroki Yesus Gembala yang Baik Paniki diharapkan terus berlanjut sehingga pelayanan rohani bagi warga binaan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata.

Ibadah Bersama Tumbuhkan Harapan Baru

Melalui kegiatan ibadah Katolik WBP Lapas ini, pihak lapas berharap warga binaan memperoleh penguatan iman sekaligus motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih positif.

Pembinaan spiritual diharapkan membantu mereka membangun komitmen untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Lapas Kelas IIA Manado berkomitmen mendukung pembinaan yang humanis, terarah, dan berkesinambungan.

Dengan dukungan petugas pemasyarakatan serta sinergi bersama lembaga keagamaan, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan karakter yang baik dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk bertumbuh secara moral dan spiritual demi masa depan yang lebih baik.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva