BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Maulid Nabi Lapas Rantauprapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar kegiatan tersebut di Masjid Lapas Rantauprapat, Selasa (22/09/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, jajaran pejabat struktural, pegawai, serta ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Peringatan Maulid Nabi menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian yang Lapas Rantauprapat berikan kepada warga binaan secara berkelanjutan.
Rangkaian Maulid Nabi Lapas Rantauprapat diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan gema sholawat bersama.
Panitia kemudian menyampaikan laporan kegiatan dan menggelar sesi sambutan sebelum memasuki acara inti berupa tausiyah keagamaan.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen refleksi bagi kita semua, khususnya para warga binaan, untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta meneladani sifat-sifat luhur Nabi. Kami berharap pembinaan kerohanian ini dapat memberikan kesejukan jiwa dan modal mental yang kuat bagi warga binaan,” ujar Kalapas.
Selanjutnya, penceramah menyampaikan tausiyah agama kepada seluruh jamaah.
Dalam tausiyah tersebut, penceramah mengajak warga binaan dan seluruh pegawai untuk memperbanyak sholawat serta menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Penceramah juga mengingatkan pentingnya membangun sikap jujur, disiplin, sabar, saling menghormati, dan peduli terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian warga binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kesadaran diri dan membangun motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui pembinaan kerohanian, Lapas Rantauprapat terus mendorong warga binaan agar memiliki bekal mental dan moral yang dapat mereka terapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Lapas Rantauprapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias.
Lapas Kelas IIA Rantauprapat berkomitmen melanjutkan program pembinaan kepribadian dan kerohanian sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Kegiatan keagamaan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan sekaligus mendukung proses perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Lapas Rantauprapat tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengajak seluruh warga binaan untuk menerapkan nilai keteladanan, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan kepribadian yang lebih positif.

