Oktober 22, 2026 23:25
Breaking News

123 Peselancar Ramaikan Grand Final LSI 2026 di Bali, PB PSOI Bidik Atlet Berkelas Dunia!

https://bintasara.com/Grand Final LSI 2026

BINTASARA.com, BALI — Sebanyak 123 peselancar mengikuti Grand Final LSI 2026 di Pantai Pererenan, Bali, pada 20–22 Oktober 2026. Dengan dukungan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Asian Surf Cooperative (ASC) menyelenggarakan ajang ini untuk memperkuat kompetisi nasional sekaligus membuka ruang pengembangan atlet selancar ombak Indonesia.

Kompetisi tersebut mempertandingkan delapan divisi, mulai dari kategori terbuka putra-putri junior, master, dan longboard. Grand Final juga menawarkan nilai tertinggi dalam sistem peringkat surfing Indonesia, yakni 10.000 poin. Sehingga menjadi salah satu ajang penting bagi atlet untuk meningkatkan posisi mereka dalam peringkat nasional.

Penyelenggara menggunakan platform LiveHeats untuk mengelola pertandingan dan penilaian. Sistem ini membantu peserta dan penggemar memantau hasil serta perkembangan kompetisi secara langsung, sekaligus mendukung pencatatan performa atlet secara lebih terstruktur.

Grand Final LSI 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Nasional

Sejumlah peselancar Indonesia yang telah mengikuti berbagai kompetisi internasional turut meramaikan ajang ini. Mereka antara lain Bronson Meidy, Pajar Ariana, Oney Anwar, Ketut Agus, Arip Nurhidayat, dan Dea Natasya.

Kehadiran para atlet tersebut harapan dapat memberi motivasi kepada peselancar muda. Pengalaman mereka dalam menghadapi persaingan dapat menjadi inspirasi bagi generasi baru untuk mengembangkan kemampuan dan meniti jalur prestasi dari tingkat klub maupun daerah menuju kompetisi nasional dan internasional.

Ketua Umum PB PSOI Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kompetisi nasional memegang peranan penting dalam membangun prestasi atlet.

“PB. PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga Surfing atau Selancar Ombak nasional. Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas Selancar Ombak yang terus berkembang. Potensi ini harus didukung dengan sistem kompetisi yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Pandu.

Ia berharap semakin banyak atlet muda memperoleh kesempatan bertanding melalui kompetisi berjenjang, mulai dari klub dan daerah hingga tingkat nasional dan internasional.

ASC Dorong Atlet Surfing Indonesia Bersaing di Dunia

Direktur ASC sekaligus Sekretaris Jenderal PB PSOI Tipi Jabrik menjelaskan bahwa Liga Surfing Indonesia tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Menurutnya, kompetisi ini juga berfungsi sebagai wadah pembinaan yang memberi kesempatan kepada atlet untuk meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan.

“Liga Surfing Indonesia bukan hanya tentang mencari juara, yang ingin kami bangun adalah sistem kompetisi nasional yang memberikan kesempatan kepada atlet Selancar Ombak Indonesia untuk terus berkembang hingga mampu bersaing di kancah internasional,” kata Tipi Jabrik.

Kolaborasi PB PSOI dan ASC harapan memperkuat sistem pembinaan, memperluas akses kompetisi bagi atlet muda, serta membangun jalur prestasi yang lebih terarah. Sistem peringkat dan kompetisi yang konsisten juga dapat membantu atlet mengevaluasi perkembangan kemampuan mereka dari satu ajang ke ajang berikutnya.

Grand Final LSI 2026 Dorong Sport Tourism Bali

Selain mendukung prestasi olahraga, penyelenggaraan Grand Final LSI 2026 di Pantai Pererenan juga berpotensi mendukung pengembangan sport tourism, industri olahraga, dan ekonomi lokal.

Kehadiran atlet, ofisial, komunitas surfing, serta penonton dapat membuka peluang bagi pelaku usaha setempat, termasuk sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan jasa wisata. Namun, besarnya dampak ekonomi tetap bergantung pada jumlah pengunjung, belanja peserta, serta keterlibatan usaha lokal selama kegiatan berlangsung.

Melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan, PB PSOI dan ASC berharap selancar ombak Indonesia semakin berkembang dan mampu menghasilkan atlet potensial yang bersaing di tingkat internasional. Dukungan organisasi, komunitas, pemerintah, dan sektor usaha menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan tersebut.

Rincian 123 Peselancar Berdasarkan Divisi

Penyelenggara mencatat total 123 peserta yang mengikuti delapan divisi Grand Final LSI 2026.

No.DivisiJumlah AtletPersentase
1Open Men3931,7%
2Junior Men (U18)3226,0%
3Open Women129,8%
4Master (Over 40)129,8%
5Junior Women (U18)108,1%
6Under 1086,5%
7Open Men Longboard64,9%
8Open Women Longboard43,3%
Total123100%

Kategori Open Men mencatat peserta terbanyak dengan 39 atlet atau 31,7 persen dari total peserta. Posisi berikutnya ditempati Junior Men U18 dengan 32 atlet atau 26 persen. Sementara itu, kategori Open Women dan Master masing-masing diikuti 12 atlet.

Komposisi peserta tersebut menunjukkan keterlibatan atlet dari berbagai kelompok usia dan kategori pertandingan. Dengan sistem kompetisi yang terstruktur serta dukungan pembinaan berkelanjutan, Grand Final LSI harapan menjadi salah satu jalur pengembangan talenta selancar ombak Indonesia menuju persaingan dunia. Red

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva