Oktober 10, 2026 00:01
Breaking News

Peserta PKP Angkatan IV BPSDM Sumut, Gelar Studi Lapangan ke Dinkes Kota Tangerang Selatan

BINTASARA.com, TANGERANG SELATAN – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV (Kelompok Ganjil) Tahun 2026 BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Studi Lapangan (STULA) ke Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2026).

Rombongan yang terdiri dari 20 peserta tersebut didampingi Mentor AHMAT SOPIAN LUBIS, S.Sos., M.IP.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Fitria Oriza, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davine. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan studi lapangan sebagai ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan peserta mengenai penyelenggaraan pelayanan publik.

“Setiap daerah memiliki pengalaman dan pendekatan masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat saling berbagi pengalaman, melihat praktik yang sudah berjalan, dan mengambil pembelajaran yang sesuai untuk dikembangkan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Agustinus, S.SiT., M.T., yang hadir mewakili Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara, menyoroti pentingnya kemampuan peserta dalam mengolah hasil pembelajaran menjadi gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.

“Yang paling penting dari studi lapangan bukan hanya apa yang kita lihat dan pelajari, tetapi bagaimana peserta mampu menganalisis praktik tersebut, menemukan hal-hal yang relevan, kemudian mengadaptasinya menjadi sebuah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” katanya.

Kunjungan ini bertujuan mempelajari berbagai praktik baik yang diterapkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pembelajaran diarahkan pada empat fokus utama, yaitu pelayanan berkualitas, masyarakat sehat, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi dan praktik Dinas Kesehatan dalam mendiagnosis kebutuhan masyarakat.

Berbagai permasalahan prioritas seperti kesehatan ibu dan anak, stunting, penyakit menular dan tidak menular, akses serta mutu pelayanan, hingga pembiayaan kesehatan menjadi bagian dari pembelajaran.

Identifikasi kebutuhan dilakukan melalui analisis data kesehatan, monitoring dan evaluasi pelayanan, survei kepuasan masyarakat, serta forum konsultasi publik.

Pendekatan tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta mengenai pentingnya penggunaan data yang akurat dan kebutuhan nyata masyarakat sebagai dasar dalam pengambilan keputusan organisasi.

Selain itu, peserta mendapatkan paparan mengenai sejumlah inovasi yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, di antaranya Ngider Sehat Premium, Ruang Ular Arena Penanganan Stunting, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta Kader Remaja DOREMI.

Keberhasilan berbagai inovasi tersebut didukung kepemimpinan yang jelas dan visioner, pembagian tugas sesuai kompetensi, koordinasi efektif, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.

Pembelajaran juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, seperti BPJS Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, Dinas Sosial, Bappeda/BPKAD, kecamatan dan kelurahan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam memastikan inovasi dan pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Kelompok Ganjil, ZAQI MUNAHAR, menilai pembelajaran yang diperoleh selama STULA memberikan gambaran bahwa peningkatan pelayanan publik tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga pada kemampuan organisasi membangun kepemimpinan dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Bagi kami, pembelajaran yang paling penting adalah bagaimana sebuah inovasi dapat lahir dari kebutuhan masyarakat dan kemudian dijalankan melalui kepemimpinan serta kolaborasi yang kuat. Ini menjadi pengalaman yang akan kami bawa untuk melihat kembali apa yang dapat kami lakukan dan kembangkan di lingkungan kerja masing-masing,” ujar ZAQI.

Melalui studi lapangan ini, peserta memperoleh pembelajaran mengenai pentingnya integrasi antara digitalisasi, inovasi, kolaborasi, mutu pelayanan, dan keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen pimpinan, dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta pemanfaatan teknologi dan data menjadi sejumlah faktor penting yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik kebutuhan daerah masing-masing.

Kegiatan STULA ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan referensi bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV Tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan serta mengadaptasi berbagai praktik baik yang diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

Sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva