BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Asesmen kelayakan re-edukasi menjadi langkah penting yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua untuk memastikan program pembinaan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan asesmen tersebut dilaksanakan pada Kamis (08/10/2026).
Lapas Gunungtua melaksanakan asesmen sebagai bagian dari proses pemetaan terhadap kondisi, kebutuhan, kesiapan, dan perkembangan WBP.
Melalui proses tersebut, petugas dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif sebagai dasar dalam menentukan program pembinaan yang tepat, terarah, dan memberikan manfaat bagi warga binaan.
Plh. Kalapas Kelas III Gunungtua, Afri Indra Gunawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa asesmen memiliki peran penting dalam menentukan kelayakan WBP untuk mengikuti program re-edukasi.
“Hasil asesmen menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan mengikuti program re-edukasi. Proses asesmen menjadi bagian penting agar pelaksanaan program pembinaan dapat diberikan secara tepat, terarah, dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing WBP,” ujar Afri.
Dalam pelaksanaannya, petugas menggali berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi dan kebutuhan WBP.
Petugas juga menilai kesiapan serta perkembangan warga binaan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk pembinaan yang sesuai.
Hasil asesmen kelayakan re-edukasi WBP selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pembinaan.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh kembali pengetahuan, meningkatkan kemampuan, serta mengembangkan pola pikir yang lebih positif selama menjalani masa pembinaan di Lapas Gunungtua.
Dorong WBP Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan
Melalui program re-edukasi, Lapas Gunungtua terus mendorong WBP memanfaatkan masa pembinaan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan diri.
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membantu warga binaan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Lapas Gunungtua berupaya memberikan pembinaan secara terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan WBP dalam menjalani proses reintegrasi sosial.
Asesmen kelayakan re-edukasi WBP juga menjadi bagian dari upaya Lapas Gunungtua memastikan setiap program pembinaan memiliki sasaran yang jelas.
Dengan pemetaan yang tepat, petugas dapat memberikan pembinaan yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan warga binaan.
Pendidikan dan pembinaan yang diberikan selama berada di Lapas diharapkan mampu menjadi bekal positif bagi WBP.
Setelah menyelesaikan masa pidana, warga binaan diharapkan dapat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan pengetahuan, kemampuan, serta pola pikir yang lebih baik.
Melalui pelaksanaan asesmen dan program re-edukasi secara berkelanjutan, Lapas Kelas III Gunungtua terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang terarah, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesiapan WBP untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

