Agustus 29, 2026 00:57
Breaking News

Dukung Ketahanan Pangan, Kakanwil Panen Pakcoy Hasil Budidaya Lapas Manado

0
1787916131696

BINTASARA.com, MANADO – Ketahanan Pangan Lapas Manado terus menunjukkan hasil positif melalui program pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado kembali memanen tanaman pakcoy hasil budidaya di lahan pembinaan. Jumat, 28 Agustus 2026.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, menyaksikan langsung kegiatan panen tersebut.

Kegiatan panen pakcoy menjadi salah satu bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Manado berjalan secara produktif.

Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, petugas bersama WBP mengembangkan kegiatan pertanian yang tidak hanya menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi warga binaan.

Haposan Silalahi mengapresiasi langkah Lapas Manado dalam mengembangkan budidaya tanaman pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Lapas Manado.

Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi WBP maupun lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, keberhasilan panen pakcoy menjadi indikator bahwa program pembinaan dapat terlaksana secara konsisten.

Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan bercocok tanam yang dapat mereka manfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat nyata,” ujar Haposan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengembangkan program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan.

Budidaya pakcoy menjadi salah satu kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Krisman mengatakan petugas melibatkan WBP dalam seluruh tahapan budidaya. WBP mengikuti proses mulai dari penyemaian bibit, penanaman, perawatan, hingga proses panen.

Pendampingan petugas memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan.

Selain menghasilkan tanaman pangan, kegiatan tersebut juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama di antara WBP.

Mereka belajar memahami proses pertanian secara langsung, mulai dari menjaga kualitas tanaman hingga memastikan pakcoy dapat tumbuh dengan baik dan siap dipanen.

Program ketahanan pangan Lapas Manado juga menjadi bagian dari pemanfaatan lahan pembinaan secara optimal.

Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan produktif.

Ke depan, Lapas Manado berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan kegiatan budidaya tanaman pangan.

Pengembangan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas keterampilan yang dimiliki WBP.

Dengan demikian, panen pakcoy bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan nilai tambah.

Ketahanan Pangan Lapas Manado diharapkan terus berkembang melalui keterlibatan aktif WBP, dukungan petugas, serta penguatan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva