BINTASARA.com, KOTAPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotapinang melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) menggunakan rontgen dada bagi 388 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Lapas Kotapinang dalam meningkatkan pelayanan kesehatan serta mendeteksi penyakit sejak dini di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Labuhanbatu Selatan dan Puskesmas Kotapinang, dengan rangkaian pemeriksaan berakhir pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.
Lapas Kotapinang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan
Program CKG dan skrining TB ini merupakan bentuk komitmen Lapas Kelas III Kotapinang dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Labuhanbatu Selatan dan Puskesmas Kotapinang, petugas melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara terarah untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memantau kondisi fisik dan mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri, yaitu berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.
Petugas juga melakukan pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk membantu mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain pemeriksaan tersebut, petugas melakukan survei batuk sebagai bagian dari upaya menemukan gejala yang mengarah pada tuberkulosis.
Lapas Kotapinang juga memfasilitasi skrining TB menggunakan rontgen dada untuk membantu mendeteksi kemungkinan kelainan pada paru-paru yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebanyak 388 Warga Binaan Mengikuti Pemeriksaan
Pelaksanaan program CKG dan skrining TB melibatkan sebanyak 388 warga binaan.
Jumlah tersebut menunjukkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang menjangkau warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan di dalam lapas.
Pemeriksaan secara menyeluruh ini diharapkan membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan warga binaan.
Apabila petugas menemukan indikasi gangguan kesehatan, tenaga medis dapat melakukan evaluasi dan menentukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan serta kebutuhan masing-masing individu.
Upaya deteksi dini juga penting untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular, khususnya tuberkulosis, di lingkungan hunian yang dihuni banyak orang.
Sementara itu, pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, dan antropometri membantu mengidentifikasi faktor risiko penyakit tidak menular sehingga warga binaan dapat memperoleh perhatian medis yang sesuai.
Perkuat Sinergi untuk Kesehatan Warga Binaan
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Kotapinang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan instansi kesehatan terkait.
Sinergi tersebut diharapkan mendukung pemantauan kondisi kesehatan warga binaan secara berkelanjutan serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Lapas Kotapinang berharap program pemeriksaan kesehatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat.
Dengan pelaksanaan CKG dan skrining TB menggunakan rontgen dada, Lapas Kotapinang menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan hak kesehatan warga binaan melalui pemeriksaan, deteksi dini, dan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan.

