Oktober 19, 2026 16:34
Breaking News

FPU 7 Minusca Tuntaskan Misi Perdamaian, 140 Personel Polri Terima Tanda Kehormatan!

https://bintasara.com/FPU 7 Minusca

BINTASARA.com, JAKARTA — Kontingen FPU 7 Minusca menuntaskan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama satu tahun di Bangui, Republik Afrika Tengah. Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin Upacara Purna Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca sekaligus penganugerahan Satyalancana Bhakti Buana dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Upacara tersebut memberikan penghargaan kepada 140 personel Polri yang telah menjalankan tugas dalam misi perdamaian internasional. Pengabdian mereka mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendukung keamanan dunia sekaligus membawa nama baik bangsa melalui profesionalisme, disiplin, dan kepedulian kemanusiaan.

Wakapolri Apresiasi Pengabdian FPU 7 Minusca

Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang berhasil menyelesaikan misi dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa tugas internasional tersebut bukan sekadar menjalankan mandat negara, melainkan juga membawa nama Polri dan Indonesia di tengah masyarakat internasional.

“Polri bangga memiliki kalian, Indonesia bangga memiliki kalian. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah kalian persembahkan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan,” ujar Wahyu.

Wahyu juga mengingatkan bahwa purna tugas tidak mengakhiri pengabdian para personel kepada masyarakat. Ia berharap pengalaman selama bertugas di wilayah misi dapat memperkuat kemampuan, meningkatkan profesionalisme, dan mendorong mereka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.

Keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian PBB sekaligus mencerminkan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

FPU 7 Hadapi Tantangan Keamanan dan Politik

Karo Misi Internasional (Misinter) Divhubinter Polri Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono menjelaskan bahwa personel FPU 7 menghadapi beragam tantangan keamanan dan dinamika politik selama bertugas di Republik Afrika Tengah. Tantangan tersebut mencakup rangkaian kegiatan pemilihan umum di negara penugasan.

Dalam pelaksanaan mandatnya, kontingen Indonesia turut menjalankan tugas pengamanan bagi Presiden dan Wakil Presiden serta para calon peserta pemilu. Personel juga mengamankan rangkaian kegiatan pemilu dan mengawal surat suara.

“Personel FPU 7 tidak hanya menjalankan mandat pengamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. Ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung perdamaian sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat di wilayah penugasan,” ujar Gregorius Tommy Wibisono.

Menurut Gregorius, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peran personel Polri dalam misi internasional tidak hanya berfokus pada aspek keamanan. Mereka juga membangun hubungan dengan masyarakat setempat melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.

Lindungi Warga Sipil dan Jalankan Misi Kemanusiaan

Kasatgas FPU 7 Minusca Divhubinter Polri Kombes Pol. Norhayat menjelaskan bahwa salah satu mandat utama personel ialah Protection of Civilians (PoC), yakni perlindungan warga sipil. Personel menjalankan mandat tersebut melalui patroli di sejumlah wilayah tanggung jawab.

Dalam menjalankan tugas, para personel menghadapi cuaca ekstrem, badai, serta dinamika sosial dan keamanan di wilayah konflik. Meski demikian, mereka terus berupaya melaksanakan mandat perlindungan warga sipil secara profesional.

“Di tengah berbagai tantangan di daerah misi, personel tetap berupaya menjalankan mandat perlindungan warga sipil secara profesional. Kami juga melaksanakan kegiatan social outreach, antara lain mengunjungi gereja dan sekolah serta memberikan bantuan berupa tas dan alat tulis kepada anak-anak,” kata Norhayat.

Kegiatan sosial tersebut membantu kontingen membangun kedekatan dengan masyarakat setempat. Melalui kunjungan ke gereja dan sekolah serta pemberian bantuan perlengkapan belajar, personel menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.

Upaya tersebut juga memperlihatkan bahwa misi perdamaian mencakup pendekatan kemanusiaan selain patroli dan pengamanan. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan memperkuat hubungan dengan warga setempat.

Polri Jajaki Peluang Misi Perdamaian Berikutnya

Polri terus berkoordinasi dengan PBB untuk menjajaki peluang penugasan dalam misi perdamaian di wilayah lain. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk melanjutkan kontribusi Indonesia dalam menjaga keamanan dan perdamaian internasional.

Pengalaman 140 personel FPU 7 Minusca diharapkan menjadi bekal bagi Polri untuk meningkatkan kesiapan, kapasitas, dan profesionalisme dalam penugasan internasional berikutnya.

Melalui partisipasi dalam misi perdamaian, Polri tidak hanya menjalankan mandat pengamanan, tetapi juga membawa semangat pengabdian, solidaritas, dan kemanusiaan Indonesia ke tingkat dunia.

Purna tugas FPU 7 Minusca pun menandai berakhirnya satu periode penugasan sekaligus menjadi momentum bagi para personel untuk menerapkan pengalaman internasional dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Tanah Air. Red

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva