BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Ketahanan pangan Lapas Rantauprapat terus diperkuat melalui program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu bentuknya terlihat dari kegiatan penyortiran ikan lele hasil budidaya WBP yang dilaksanakan di area kolam budidaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan penyortiran tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan budidaya ikan lele.
Petugas bersama WBP memisahkan ikan berdasarkan ukuran agar pertumbuhan ikan berlangsung lebih merata. Langkah ini juga membantu menjaga kualitas ikan sekaligus meningkatkan efektivitas pemeliharaan hingga masa panen.
Penyortiran Lele Dukung Pertumbuhan Ikan
Para WBP yang telah mendapatkan pelatihan dasar perikanan terlibat langsung dalam proses penyortiran.
Mereka melakukan pemindahan dan pengelompokan ikan sesuai ukuran dengan tetap mengikuti arahan serta pengawasan jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Rantauprapat.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya belajar mengenai teknik pemeliharaan ikan, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan budidaya secara teratur.
Petugas memberikan pendampingan agar setiap tahapan berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan kondisi ikan.
Penyortiran juga membantu mengurangi risiko persaingan pakan dan kanibalisme antar ikan.
Dengan mengelompokkan ikan berdasarkan ukuran, pengelola kolam dapat memberikan pakan secara lebih tepat sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal.
Bekali WBP dengan Keterampilan Perikanan
Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berbasis ketahanan pangan sekaligus sarana untuk meningkatkan keterampilan produktif warga binaan.
“Proses penyortiran ini sangat penting dalam budidaya lele agar pertumbuhan ikan merata dan tidak terjadi kanibalisme antarikan. Selain menjaga kualitas hasil panen, kegiatan ini menjadi wadah pelatihan nyata bagi warga binaan agar memiliki keahlian wirausaha di bidang perikanan setelah bebas nanti,” ujar Kalapas.
Program ketahanan pangan Lapas Rantauprapat tersebut memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam menjalankan kegiatan budidaya ikan.
Keterampilan yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selain menghasilkan produk perikanan, budidaya lele juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal proses produksi, pemeliharaan, pengelolaan hasil, hingga potensi pemasaran.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Lapas Rantauprapat berkomitmen mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang melibatkan WBP melalui pembinaan kemandirian.
Budidaya ikan lele menjadi salah satu kegiatan yang mendukung penguatan ketahanan pangan Lapas Rantauprapat sekaligus meningkatkan kapasitas warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Rantauprapat terus mendorong WBP agar aktif mengikuti program pembinaan dan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Lapas Rantauprapat terhadap program akselerasi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk menghasilkan karya, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri kembali secara produktif ke masyarakat.

