BINTASARA.com, RANTAU – Mentoring PKP menjadi bagian penting dalam upaya Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, memperkuat kapasitas kepemimpinan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Muhammad Khadafi Al Faruq.
Pendampingan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Seminar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Selasa (06/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, Renaldi menjalankan perannya sebagai mentor dengan memberikan arahan, masukan, dan penguatan terhadap gagasan yang dikembangkan Khadafi selama mengikuti rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas.
Pendampingan ini menjadi bagian strategis dalam membentuk pejabat pengawas yang mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus menghadirkan perubahan positif di lingkungan kerja.
Sebagai mentor, Renaldi mendorong Khadafi untuk tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teoritis.
Ia juga mengarahkan peserta agar mampu mengenali berbagai persoalan di lingkungan kerja, menganalisis akar permasalahan, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.
Menurut Renaldi, seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh.
Selain itu, pemimpin harus mampu membangun komunikasi yang efektif dengan jajaran, menerima masukan, mengambil keputusan secara tepat, serta menggerakkan tim untuk mencapai tujuan organisasi.
“Menjadi pemimpin bukan hanya tentang memberikan arahan, tetapi bagaimana kita mampu menjadi contoh, mendengar masukan, mengambil keputusan dengan tepat, dan menggerakkan tim untuk bekerja menuju tujuan yang sama,” ujar Renaldi.
Ia menambahkan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas menjadi momentum penting bagi pejabat pengawas untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan.
Melalui proses pembelajaran tersebut, peserta dapat membangun pola kepemimpinan yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
Renaldi juga berharap Khadafi dapat menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PKP dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, proses mentoring tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi berlanjut melalui penerapan gagasan dan inovasi di lingkungan Rutan Rantau.
“Melalui PKP ini, saya berharap Saudara Khadafi semakin kuat dalam kepemimpinannya dan mampu membawa gagasan yang memberikan manfaat bagi organisasi,” lanjut Renaldi.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Rutan Rantau dalam menyiapkan kader pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan komunikasi, serta orientasi pada hasil.
Penguatan kepemimpinan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Melalui mentoring PKP Rutan Rantau, Renaldi berharap Ka. KPR mampu mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang semakin baik.
Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan keamanan dan ketertiban serta memperkuat koordinasi jajaran dalam menjalankan tugas.
Dengan adanya proses mentoring yang berkelanjutan, Rutan Rantau terus mendorong terciptanya sumber daya manusia yang profesional dan responsif terhadap perubahan.
Pengembangan kepemimpinan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan Pemasyarakatan.

