BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Pembinaan Kerohanian Kristen menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat dalam memperkuat keimanan sekaligus membentuk mental dan karakter positif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebanyak 36 warga binaan beragama Kristen mengikuti kegiatan Pembinaan Kerohanian Kristen (P2R2) di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Selasa (22/09/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan penuh khidmat dan tertib.
Kegiatan diawali dengan puji-pujian dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan serta renungan kerohanian.
Melalui Pembinaan Kerohanian Kristen, Lapas Rantauprapat memberikan ruang kepada warga binaan untuk meningkatkan kehidupan spiritual selama menjalani masa pidana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kepribadian yang mendorong warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki sikap, dan membangun karakter yang lebih baik.
Program P2R2 tidak hanya berfokus pada aktivitas keagamaan, tetapi juga mendorong warga binaan untuk menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kasih, pengampunan, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian warga binaan.
Dengan mengikuti kegiatan secara rutin, warga binaan diharapkan mampu memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan serta memiliki keteguhan hati dalam menghadapi proses pembinaan di Lapas.
Pembinaan tersebut juga menjadi bekal penting agar mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih positif setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses rehabilitasi di Lapas. Melalui kegiatan P2R2 ini, kami berharap para warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat keimanan, serta memiliki keteguhan sikap dan moral yang positif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jajaran Lapas Rantauprapat akan terus mendukung pelaksanaan program pembinaan kepribadian secara berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga membangun kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, petugas pemasyarakatan melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh rangkaian Pembinaan Kerohanian Kristen berjalan aman, tertib, dan kondusif. Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai.
Lapas Kelas IIA Rantauprapat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian melalui berbagai program keagamaan.
Pelaksanaan P2R2 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual, mental, dan moral warga binaan sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

