BINTASARA.com, KOTANOPAN – Ketahanan pangan Lapas Kotanopan terus diperkuat melalui sinergi dengan Dinas Perikanan Mandailing Natal dalam mengembangkan sektor budidaya yang produktif dan berkelanjutan.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotanopan melakukan koordinasi dan penjajakan kerja sama dengan instansi terkait sebagai upaya mengoptimalkan program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (15/09/2026).
Koordinasi tersebut menjadi langkah konkret Lapas Kelas III Kotanopan dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
Melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan Mandailing Natal, Lapas Kotanopan berupaya memanfaatkan potensi budidaya untuk mendukung kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Jajaran Lapas Kotanopan menyampaikan sejumlah kebutuhan dan peluang kerja sama kepada Dinas Perikanan Mandailing Natal.
Kolaborasi tersebut terutama berfokus pada pengembangan kegiatan budidaya yang dapat menunjang keberlanjutan program ketahanan pangan Lapas Kotanopan.
Lapas Kotanopan juga mendorong kegiatan budidaya sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP.
Dengan keterlibatan WBP dalam kegiatan produktif, Lapas tidak hanya mengembangkan potensi pangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan baru.
Dalam pengembangan kegiatan tersebut, dukungan instansi teknis sangat dibutuhkan.
Dinas Perikanan Mandailing Natal diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pendampingan, serta dukungan sarana yang sesuai dengan kebutuhan budidaya di Lapas Kotanopan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Kelas III Kotanopan, Martinus Mangunsong, menyampaikan bahwa sinergi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pembinaan WBP.
“Melalui sinergi ini, kami berharap program ketahanan pangan di Lapas Kotanopan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan budidaya juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat bermanfaat selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Martinus.
Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor budidaya dapat memberikan pengalaman praktis kepada WBP.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka menyelesaikan masa pembinaan dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sinergi antara Lapas Kotanopan dan Dinas Perikanan Mandailing Natal juga membuka peluang pengembangan kegiatan budidaya secara lebih terarah.
Pendampingan dari instansi teknis dapat membantu jajaran Lapas dalam mengelola kegiatan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih optimal.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Lapas Kelas III Kotanopan terus mendorong pengembangan ketahanan pangan Lapas Kotanopan yang produktif dan berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kemandirian WBP melalui kegiatan yang memiliki nilai keterampilan dan manfaat ekonomi.
Ke depan, Lapas Kotanopan berkomitmen menjaga dan mengembangkan sinergi dengan berbagai pihak agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara konsisten.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan pembinaan sekaligus mendukung WBP agar memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

