Oktober 11, 2026 14:45
Breaking News

Panen Raya Ikan Lele Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian WBP

BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Panen raya ikan lele menjadi bukti nyata komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli, dalam memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang berlangsung di area branggang Lapas Kelas IIB Gunungsitoli pada Senin (5/10/2026) ini, memanfaatkan budidaya ikan lele sebagai sarana pelatihan keterampilan, peningkatan produktivitas, dan dukungan terhadap ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, memimpin langsung kegiatan panen raya tersebut bersama Kasi Binadik dan Giatja, Ka. KPLP, Kasi Kamtib, Kasubsi Giatja, serta staf terkait.

Kehadiran jajaran ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan lapas.

Panen Raya Ikan Lele Dorong Pembinaan Kemandirian WBP

Melalui kegiatan panen raya ikan lele, Lapas Gunungsitoli terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Program budidaya ini mendorong WBP untuk memanfaatkan waktu pembinaan dengan kegiatan positif, sekaligus mempelajari keterampilan yang berpotensi menjadi bekal usaha setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Dalam proses budidaya, WBP berkesempatan mempelajari tahapan pemeliharaan ikan lele, mulai dari perawatan kolam, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan ikan, hingga proses panen.

Keterlibatan tersebut membantu warga binaan memahami pentingnya ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam menjalankan kegiatan produktif.

Selain meningkatkan keterampilan praktis, program ini juga mendorong WBP membangun etos kerja dan rasa percaya diri.

Dengan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pembinaan, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan budidaya ikan lele secara mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Gunungsitoli Optimalkan Potensi untuk Ketahanan Pangan

Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli bersama jajaran turut memantau pelaksanaan panen untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan kondusif.

Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap keberlangsungan program pembinaan kemandirian yang telah berjalan.

Hasil panen ikan lele menjadi salah satu indikator konkret bahwa pemanfaatan lahan di lingkungan lapas dapat mendukung kegiatan pembinaan yang produktif.

Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, budidaya ikan lele berpotensi menghasilkan komoditas pangan bernilai ekonomis sekaligus meningkatkan pemanfaatan sarana yang tersedia.

Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan budidaya yang dapat dikembangkan sesuai potensi dan sumber daya yang dimiliki lapas.

Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan serta mendorong tumbuhnya keterampilan di bidang perikanan.

Bekal Keterampilan untuk WBP Setelah Bebas

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus mendorong warga binaan agar mengikuti setiap program pembinaan secara aktif dan sungguh-sungguh.

Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan WBP agar memiliki kemampuan yang berguna setelah kembali ke masyarakat.

Melalui panen raya ikan lele, Lapas Gunungsitoli menunjukkan bahwa pembinaan dapat dilaksanakan melalui kegiatan nyata yang menggabungkan pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, dan pemanfaatan sumber daya secara produktif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli diharapkan terus mengembangkan budidaya ikan lele dan program pembinaan produktif lainnya.

Dengan demikian, warga binaan dapat memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat, meningkatkan kemandirian, serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi informasi kepada masyarakat bahwa Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva