Oktober 14, 2026 11:22
Breaking News

Perluas Wawasan Wirausaha, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Ikuti Zoom Pelatihan Peternakan

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Pelatihan budidaya ayam petelur menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh dalam memperkuat pembinaan kemandirian dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui kegiatan ini, jajaran Sub Seksi Kegiatan Kerja (Giatker) bersama warga binaan memperluas pengetahuan mengenai pengelolaan peternakan yang produktif dan bernilai ekonomis.

Lapas Muara Teweh mengikuti pelatihan pembinaan kemandirian secara virtual bersama Lapas Kelas IIB Sampit pada Senin (12/10/2026).

Petugas pembina kemandirian mendampingi para warga binaan selama mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang pembinaan kerja Lapas Muara Teweh.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi jajaran Giatker dan warga binaan untuk bertukar informasi, mempelajari pengalaman satuan kerja lain, serta menggali peluang pengembangan usaha peternakan di lingkungan pemasyarakatan.

Pelatihan Budidaya Ayam Petelur Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan

Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari Lapas Kelas IIB Sampit menyampaikan materi mengenai teknik dasar budidaya ayam petelur.

Para peserta mempelajari cara menyiapkan kandang yang ideal, mengatur pemberian pakan, menjaga kebersihan lingkungan peternakan, serta mencegah penyakit yang dapat mengganggu kesehatan ayam.

Narasumber juga memberikan penjelasan mengenai pengelolaan peternakan secara higienis dan efisien agar kegiatan budidaya dapat menghasilkan produk yang berkualitas serta memiliki nilai jual.

Melalui materi tersebut, warga binaan memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi dasar untuk mengembangkan keterampilan di bidang peternakan.

Mereka juga berkesempatan memahami pentingnya kedisiplinan, ketekunan, dan pengelolaan usaha dalam menjalankan kegiatan produktif.

Pelatihan budidaya ayam petelur ini turut memperkaya pilihan program pembinaan kemandirian di Lapas Muara Teweh.

Selain memberikan pemahaman teoretis, kegiatan tersebut mendorong warga binaan untuk mengenali peluang usaha yang dapat mereka kembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Lapas Muara Teweh Dorong Jiwa Kewirausahaan WBP

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menegaskan bahwa sinergi antar-lapas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Menurutnya, pertukaran informasi dan pengalaman dapat membantu setiap satuan kerja mengembangkan program keterampilan yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan.

“Pelatihan virtual budidaya ayam petelur bersama Lapas Sampit hari ini merupakan langkah inovatif kami untuk terus membekali warga binaan dengan keahlian yang aplikatif,” ujarnya.

Ia berharap para peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan menerapkannya dalam kegiatan pembinaan kerja di lapas.

Dengan demikian, keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat berkembang menjadi bekal untuk membangun usaha secara mandiri.

“Kami berharap ilmu yang didapatkan hari ini dapat segera diimplementasikan secara nyata di lapas, sehingga para WBP memiliki keterampilan kerja yang matang dan siap mandiri setelah kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pelatihan budidaya ayam petelur, Lapas Muara Teweh terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, produktivitas, dan kemandirian ekonomi warga binaan.

Program ini diharapkan mampu membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva