BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Lapas Gunungsitoli menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan persatuan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli, Kamis (1/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, memimpin langsung upacara tersebut.
Para pejabat struktural, seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, jajaran Kantor Imigrasi Kelas III TPI Nias, serta seluruh warga binaan turut mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh penghormatan.
Pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila berlangsung khidmat.
Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan sesuai susunan upacara yang telah ditetapkan.
Momentum tersebut sekaligus mengajak seluruh peserta untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi jajaran Lapas Gunungsitoli untuk kembali menghayati dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai persatuan, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, serta rasa cinta tanah air perlu terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Sahat Bangun dalam amanatnya mengajak seluruh jajaran menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum refleksi.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, berbagai perjalanan dan peristiwa sejarah yang telah dilalui bangsa Indonesia harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.
Seluruh jajaran juga perlu meningkatkan rasa nasionalisme serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tercermin melalui sikap disiplin, tanggung jawab, loyalitas, integritas, dan profesionalisme.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan secara optimal.
Di lingkungan Lapas, penerapan nilai-nilai kebangsaan juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.
Petugas tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran warga binaan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menunjukkan komitmennya untuk terus menanamkan semangat nasionalisme dan persatuan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran seluruh jajaran dan warga binaan untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dengan semangat persatuan yang terus dipelihara, jajaran Lapas Gunungsitoli berupaya memberikan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin baik kepada masyarakat.
Kegiatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Gunungsitoli juga menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan mencakup aspek yang luas.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Lapas turut membangun karakter dan kesadaran kebangsaan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.

