Agustus 19, 2026 02:54
Breaking News

Panglima TNI Pimpin Pantukhir Taruna Akademi TNI 2026, Siapkan Perwira Hadapi Peperangan Modern

Pantukhir Taruna TNI

BINTASARA.com, MAGELANG – Pantukhir Taruna TNI Tahun Anggaran 2026 memasuki tahapan penentuan setelah Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, memimpin Sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Taruna Akademi TNI di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). Sidang tersebut menjadi tahap akhir untuk memilih calon Taruna terbaik yang akan mengikuti pendidikan pembentukan perwira TNI.

Sidang Pantukhir Pusat merupakan proses akhir setelah seluruh peserta menyelesaikan berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga kemampuan akademik. Melalui seleksi yang ketat, objektif, transparan, dan terintegrasi, TNI berkomitmen menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kualitas unggul untuk menjadi calon perwira masa depan.

Panglima TNI: Perwira Masa Depan Harus Siap Hadapi Peperangan Modern

Dalam arahannya, Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa perubahan lingkungan strategis global serta pesatnya perkembangan teknologi menuntut TNI menyiapkan perwira yang mampu menghadapi tantangan peperangan modern.

Menurut Panglima TNI, calon perwira tidak cukup hanya memiliki kemampuan fisik dan akademik yang baik, tetapi juga harus memiliki integritas, karakter kuat, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mampu menjalankan tugas dalam lingkungan operasi multi-domain.

“Karena itu TNI membutuhkan calon perwira yang tidak hanya unggul secara fisik dan akademik, tetapi juga berintegritas, berkarakter, berpikir kritis, kreatif dan mampu bertugas dalam lingkungan operasi multi-domain,” tegas Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Pantukhir Pusat Menentukan Kualitas Perwira TNI Masa Depan

Panglima TNI menekankan bahwa Sidang Pantukhir Pusat memiliki peran strategis karena menjadi penentu kualitas perwira TNI pada masa mendatang. Oleh sebab itu, seluruh proses penilaian secara objektif, profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan seluruh panitia seleksi agar menjaga integritas selama proses berlangsung sehingga hasil seleksi benar-benar menghasilkan calon perwira terbaik yang layak mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan kualitas perwira TNI pada masa depan. Oleh karena itu, setiap penilaian harus melandasi integritas, objektivitas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab kepada bangsa, negara, serta institusi TNI,” ujar Panglima TNI.

Seleksi Transparan untuk Menjaring Putra-Putri Terbaik Bangsa

TNI melaksanakan rekrutmen Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk berkompetisi berdasarkan kemampuan, prestasi, dan hasil seleksi sesuai ketentuan.

Melalui sistem seleksi tersebut, TNI berharap dapat melahirkan calon perwira yang unggul, berkarakter, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap mengabdi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kantor Redaksi:

Jl. Pondok Hijau Utama Blok B1 No.18,
Kel. Pengasinan, Rawalumbu, Kota
Bekasi

Berita Trending